Penyakit komunalisme akan muncul di Pemilu 2014
Rabu, 25 Desember 2013 - 13:06 WIB
Penyakit komunalisme akan muncul di Pemilu 2014
A
A
A
Sindonews.com - Uskup Agung Jakarta, Ignasius Suharyo menilai, menjelang diselenggarakannya Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 mendatang, akan banyak penyakit sosial yang muncul yakni, penyakit sosial yang dinamakan komunalisme.
"Penyakit sosial seperti ini sangat berbahaya, banyak masyarakat yang sudah tidak memikirkan mana yang baik dan mana yang tidak. Tetapi akan banyak masyarakat komunal dengan berfikir menang atau kalah," kata Ignatius dalam konferensi persnya di Gereja Katedral, Jakarta Pusat, Rabu (25/12/2013).
Ignatius menambahkan, penyakit komunal yang tumbuh di tengah masyarakat menjelang Pemilu 2014 mendatang, akan lebih berbahaya jika menyeret nama dan kepentingan agama.
"Ketika mereka (masyarakat) berpikir seperti itu (komunal), bukan untuk mencari kebenaran, apalagi jika itu merembet menyentuh masalah agama. Itu akan lebih berbahaya lagi," papar Ignatius.
Kendati demikian, Ignatius tidak sepenuhnya menyalahkan jika memang ada permasalahan dalam setiap etika politik dan etika kekuasaan yang ada saat ini, karena hal tersebut muncul dari proses demokrasi di Indonesia. "Realitasnya sangat kompleks, jangan sampai main kekerasan," pungkasnya.
7 tokoh diprediksi jadi lumbung suara parpol
"Penyakit sosial seperti ini sangat berbahaya, banyak masyarakat yang sudah tidak memikirkan mana yang baik dan mana yang tidak. Tetapi akan banyak masyarakat komunal dengan berfikir menang atau kalah," kata Ignatius dalam konferensi persnya di Gereja Katedral, Jakarta Pusat, Rabu (25/12/2013).
Ignatius menambahkan, penyakit komunal yang tumbuh di tengah masyarakat menjelang Pemilu 2014 mendatang, akan lebih berbahaya jika menyeret nama dan kepentingan agama.
"Ketika mereka (masyarakat) berpikir seperti itu (komunal), bukan untuk mencari kebenaran, apalagi jika itu merembet menyentuh masalah agama. Itu akan lebih berbahaya lagi," papar Ignatius.
Kendati demikian, Ignatius tidak sepenuhnya menyalahkan jika memang ada permasalahan dalam setiap etika politik dan etika kekuasaan yang ada saat ini, karena hal tersebut muncul dari proses demokrasi di Indonesia. "Realitasnya sangat kompleks, jangan sampai main kekerasan," pungkasnya.
7 tokoh diprediksi jadi lumbung suara parpol
(maf)