Kondisi darurat, KPU akan manfaatkan Hercules
Selasa, 24 Desember 2013 - 18:25 WIB
Kondisi darurat, KPU akan manfaatkan Hercules
A
A
A
Sindonews.com - Berbagai cara dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU), untuk mengantisipasi kondisi darurat saat distribusi logistik Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 disebar ke masing-masing daerah.
Untuk mengirim logistik pemilu dengan medan yang sulit ditempuh, KPU berencana meminta bantuan TNI, untuk menyediakan pesawat sekelas Hercules untuk mengangkut dokumen demokrasi itu.
"Iya bisa saja kita menggunakan pesawat seperti itu (Hercules) untuk daerah yang susah dijangkau," kata Ketua KPU, Husni Kamil Manik, di Kantor KPU, Jakarta Pusat, Selasa (24/12/2013).
Husni mengakui, pesawat tipe Hercules memang mempercepat distribusi ke wilayah-wilayah bermasalah. Tetapi, cara tersebut menjadi domain dan kewenangan TNI dan Polri.
"Kita belum bahas. Tapi Hercules atau sejenisnya seperti helikopter-helikopter yang mereka miliki (TNI/Polri) sangat membantu ya," ujarnya.
Sementara itu, Husni memastikan belum ada anggaran untuk 'sewa' Hercules atau pesawat canggih lainnya. Menurutnya, soal anggaran pengamanan pemilu, TNI dan Polri sudah menentukannya sendiri.
Selain itu, tambah Husni, untuk kerja sama pengamanan pemilu dengan Porli, sudah dilakukan setahun yang lalu. Sedangkan, dengan TNI belum. "Kita masih pembahasan, belum Memorandum of Understanding (MoU)," tutupnya.
KPU luncurkan Silog untuk Pemilu 2014
Untuk mengirim logistik pemilu dengan medan yang sulit ditempuh, KPU berencana meminta bantuan TNI, untuk menyediakan pesawat sekelas Hercules untuk mengangkut dokumen demokrasi itu.
"Iya bisa saja kita menggunakan pesawat seperti itu (Hercules) untuk daerah yang susah dijangkau," kata Ketua KPU, Husni Kamil Manik, di Kantor KPU, Jakarta Pusat, Selasa (24/12/2013).
Husni mengakui, pesawat tipe Hercules memang mempercepat distribusi ke wilayah-wilayah bermasalah. Tetapi, cara tersebut menjadi domain dan kewenangan TNI dan Polri.
"Kita belum bahas. Tapi Hercules atau sejenisnya seperti helikopter-helikopter yang mereka miliki (TNI/Polri) sangat membantu ya," ujarnya.
Sementara itu, Husni memastikan belum ada anggaran untuk 'sewa' Hercules atau pesawat canggih lainnya. Menurutnya, soal anggaran pengamanan pemilu, TNI dan Polri sudah menentukannya sendiri.
Selain itu, tambah Husni, untuk kerja sama pengamanan pemilu dengan Porli, sudah dilakukan setahun yang lalu. Sedangkan, dengan TNI belum. "Kita masih pembahasan, belum Memorandum of Understanding (MoU)," tutupnya.
KPU luncurkan Silog untuk Pemilu 2014
(maf)