Survei, capres internal PKS tak diminati
Minggu, 22 Desember 2013 - 19:54 WIB
Survei, capres internal PKS tak diminati
A
A
A
Sindonews.com - Survei Pol Tracking Institut menyebutkan bahwa hampir seluruh masyarakat yang namanya sudah terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk mengikuti Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 mendatang, tidak ada yang menjawab kuesioner dengan pertanyaan "siapa capres internal PKS yang akan dipilih?"
"Dari survei kami, sekitar 68,50 persen masyarakat tidak mau menjawab pertanyaan itu," kata Direktur Pol Tracking Institut, Hanta Yudha ketika merilis hasil survei dengan tema "Menakar Kandidat Capres Dalam Pemilu Presiden 2014" di Morrissey Hotel, Jalan Wahid Hasyim, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (22/12/2013).
Selain itu, kata Hanta, ketika diajukan nama Hidayat Nurwahid, hanya 6,62 persen masyarakat yang mau memilih mantan Ketua MPR itu untuk menjadi capres. Kemudian untuk nama Anis Matta, hanya ada sekitar 4,79 persen.
"Lalu untuk nama Ahmad Heryawan hanya 2,52 persen tingkat elektabilitasnya. Namun, angka ini lebih tinggi daripada Menkominfo Tifatul Sembiring yang hanya mendapatkan 1,93 persen tingkat elektabilitas," papar Hanta.
Selanjutnya untuk nama Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail, sangat sedikit masyarakat yang memilih dirinya untuk menjadi capres. Pasalnya, dalam survei Pol Tracking Institut, Nur Mahmudi hanya mendapatkan 0,99 persen elektabilitas dari masyarakat.
Baca berita:
Parti Islam Se-Malaysia doakan PKS menang pemilu
"Dari survei kami, sekitar 68,50 persen masyarakat tidak mau menjawab pertanyaan itu," kata Direktur Pol Tracking Institut, Hanta Yudha ketika merilis hasil survei dengan tema "Menakar Kandidat Capres Dalam Pemilu Presiden 2014" di Morrissey Hotel, Jalan Wahid Hasyim, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (22/12/2013).
Selain itu, kata Hanta, ketika diajukan nama Hidayat Nurwahid, hanya 6,62 persen masyarakat yang mau memilih mantan Ketua MPR itu untuk menjadi capres. Kemudian untuk nama Anis Matta, hanya ada sekitar 4,79 persen.
"Lalu untuk nama Ahmad Heryawan hanya 2,52 persen tingkat elektabilitasnya. Namun, angka ini lebih tinggi daripada Menkominfo Tifatul Sembiring yang hanya mendapatkan 1,93 persen tingkat elektabilitas," papar Hanta.
Selanjutnya untuk nama Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail, sangat sedikit masyarakat yang memilih dirinya untuk menjadi capres. Pasalnya, dalam survei Pol Tracking Institut, Nur Mahmudi hanya mendapatkan 0,99 persen elektabilitas dari masyarakat.
Baca berita:
Parti Islam Se-Malaysia doakan PKS menang pemilu
(kri)