2014 masyarakat nikmati 12 produk penelitian UGM

Jum'at, 20 Desember 2013 - 00:24 WIB
2014 masyarakat nikmati...
2014 masyarakat nikmati 12 produk penelitian UGM
A A A
Sindonews.com - Tema Mengabdikan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni (ipteks) untuk Kedaulatan Bangsa Indonesia pada dies natalis Universitas Gajah Mada (UGM) ke-64, direalisasikan dengan hilirisasi 12 produk penelitian.

Bekerja sama dengan pemerintah, produk-produk yang dipastikan bermanfaat bagi masyarakat tersebut akan beredar luas pada 2014 mendatang.

"Upaya-upaya UGM agar ipteks yang dikembangkan bisa segera dimanfaatkan untuk bangsa dan kemanusiaan bukan hanya sebatas pada knowledge production," kata Rektor UGM, Pratikno, dalam pidatonya di UGM, Yogyakarta, Kamis 19 Desember 2013.

"Tetapi juga knowledge delivery kepada sesama masyarakat akademik (dalam bentuk publikasi), kepada pemerintah (policy advocacy), masyarakat (kegiatan pengabdian masyarakat) dan kepada industri (pengindustrian hasil-hasil penelitian)," imbuhnya.

Dikatakan Pratikno, tahun ini UGM melahirkan 12 produk penelitiannya untuk diproduksi oleh empat BUMN, yakni PT Biofarma, PT Kimia Farma, PT Indofarma dan PT Pharos. Beberapa produk yang akan dipasarkan tersebut terdiri dari delapan produk kesehatan, dua alat kesehatan, satu alat uji kanker tenggorokan dan tiga jenis produk makanan.

"Di bidang pangan, hilirisasi ke industri juga terus ditingkatkan, seperti pengembangan industri ‘Gama Tahu’ sebagai demplot pembelajaran dan inkubasi bisnis. Bahkan pengembangan agro industri pengolahan daging ayam skala besar 20.000 ekor ayam perhari juga sedang dijajagi oleh KP4 UGM,” ungkapnya.

Salah satu produk dari kerja sama interdisipliner yang akan beredar ialah sistem pemantauan dan deteksi dini bencana gerakan tanah (longsor). Alat tersebut berhasil dihilirkan ke beberapa industri pertambangan dan geothermal.

Saat ini, sistem pemantauan dan deteksi dini tersebut telah dioperasikan melalui 100 titik pemantauan di lapangan panas bumi Pertamina di beberapa wilayah di Indonesia dan juga sudah dipakai perusahaan pertambangan di Myanmar.

"Bahkan, China Geological Survei juga telah menerapkan teknologi yang dikembangkan UGM ini untuk memantau gerakan tanah di 100 lokasi rawan di China. Ini tentu suatu kebanggaan sekaligus pembuktian bahwa kita bangsa Indonesia mampu bersaing dan berdaulat secara iptek," tuturnya.
(maf)
Berita Terkait
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Pemkab Langkat Hadirkan Smartboard untuk Siswa
Pendidikan Mahal, Orang...
Pendidikan Mahal, Orang Miskin Dilarang Sekolah
Momogi Berbagi Hadirkan...
Momogi Berbagi Hadirkan Edukasi dan Keceriaan bagi Siswa Sekolah Kami
Meningkatkan Literasi...
Meningkatkan Literasi di Dunia Pendidikan
Tingkatkan Mutu Perguruan...
Tingkatkan Mutu Perguruan Tinggi, DPD Perkindo DKI Jakarta Gandeng 3 Universitas
ACC Wujudkan Harapan...
ACC Wujudkan Harapan Baru untuk Pendidikan di Pelosok Negeri
Berita Terkini
Kubu Roy Suryo Tepis...
Kubu Roy Suryo Tepis Berkas Kasus Pencemaran Nama Baik Terkait Ijazah Jokowi Sudah P21
Roy Suryo Bandingkan...
Roy Suryo Bandingkan Lamanya Penanganan Kasus Ijazah Jokowi dengan Jessica dan Ferdy Sambo
DKPP Pecat Ketua Bawaslu...
DKPP Pecat Ketua Bawaslu Kabupaten Tambrauw karena Terbukti Masih Berstatus ASN
KPK Ungkap Tahapan yang...
KPK Ungkap Tahapan yang Harus Dilalui untuk Ekstradisi Tersangka E-KTP Paulus Tannos
Terima Kunjungan Sekjen...
Terima Kunjungan Sekjen ICAPP, PKB Perkuat Jembatan Diplomasi Politik dengan Korsel
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Infografis
Klasemen Medali SEA...
Klasemen Medali SEA Games 2025, Jumat 12 Desember 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved