Natal & Tahun Baru, Polresta Depok siapkan sniper
Kamis, 19 Desember 2013 - 14:37 WIB
Natal & Tahun Baru, Polresta Depok siapkan sniper
A
A
A
Sindonews.com - Menjelang malam Natal dan Tahun Baru, Polresta Depok menerjunkan 1.075 personel untuk pengamanan. Seluruh personel tersebut disebar ke sejumlah pos pengamanan dan gereja serta sentra ekonomi.
Kapolresta Depok Kombes Pol Achmad Kartiko mengatakan seluruh personel diterjunkan di 133 gereja. Selain itu penjagaan ketat juga dilakukan di sentra ekonomi seperti pusat perbelanjaan, toko emas, perbankan, terminal dan stasiun.
"Besok kami gelar pasukan, kekuatan 1.075 personel. Kami siap mengamankan malam Natal dan Tahun Baru," ujarnya di Depok, Kamis (19/12/2013).
Achmad menambahkan, untuk antisipasi teror, kegiatan pengamanan, razia dan sterilisasi gereja akan dilakukan pada H-1 atau sebelum malam Misa berlangsung. Namun, lanjutnya, jumlah personel bervariasi.
"Semua gereja kami prioritaskan, enggak ada satu gereja rawan yang lain tidak, semuanya. Dan total personel masing-masing juga berbeda, kan tergantung gerejanya, jadwal ibadahnya kan juga enggak sama," jelasnya.
Achmad mengungkapkan bahwa pihaknya juga menyiapkan anggota penembak jitu (sniper). Jika terbukti melakukan kejahatan, lanjutnya, maka polisi tak segan menembak di tempat.
"Sniper kami siapkan dari anggota kami saja, jumlahnya tak bisa kami sebutkan. Tetapi tetap kami upayakan tindakan preventif," tegasnya.
Kapolresta Depok Kombes Pol Achmad Kartiko mengatakan seluruh personel diterjunkan di 133 gereja. Selain itu penjagaan ketat juga dilakukan di sentra ekonomi seperti pusat perbelanjaan, toko emas, perbankan, terminal dan stasiun.
"Besok kami gelar pasukan, kekuatan 1.075 personel. Kami siap mengamankan malam Natal dan Tahun Baru," ujarnya di Depok, Kamis (19/12/2013).
Achmad menambahkan, untuk antisipasi teror, kegiatan pengamanan, razia dan sterilisasi gereja akan dilakukan pada H-1 atau sebelum malam Misa berlangsung. Namun, lanjutnya, jumlah personel bervariasi.
"Semua gereja kami prioritaskan, enggak ada satu gereja rawan yang lain tidak, semuanya. Dan total personel masing-masing juga berbeda, kan tergantung gerejanya, jadwal ibadahnya kan juga enggak sama," jelasnya.
Achmad mengungkapkan bahwa pihaknya juga menyiapkan anggota penembak jitu (sniper). Jika terbukti melakukan kejahatan, lanjutnya, maka polisi tak segan menembak di tempat.
"Sniper kami siapkan dari anggota kami saja, jumlahnya tak bisa kami sebutkan. Tetapi tetap kami upayakan tindakan preventif," tegasnya.
(kri)