Dua mantan Ketua DPC Demokrat penuhi panggilan KPK
Jum'at, 13 Desember 2013 - 11:04 WIB
Dua mantan Ketua DPC Demokrat penuhi panggilan KPK
A
A
A
Sindonews.com - Mantan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Baolemao, Gorontalo Ismiyati Saidi, dan mantan Ketua DPC Demokrat Minahasa Tenggara, Diana Maringka, memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Keduanya akan diperiksa sebagai saksi untuk mantan Ketua Umum partai Demokrat Anas Urbaningrum dalam kaitan Proyek Sport Center Hambalang Bogor, Jawa Barat.
Ismiyati tak menampik ada bagi-bagi uang saat Kongres Partai Demokrat di Bandung pada tahun 2010 lalu. Namun, dia mengaku tidak mengetahui dari mana sumber uang tersebut.
"Pemberian ada dari kemarin. Cuma kita enggak tahu dana dari mana," kata Ismiyati di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (13/12/2013).
Menurutnya, uang yang diberikan kepada dirinya dikira hanya sebagai uang saku. "Saya pikir itu uang saku, Saya enggak akan balikin karena itu saya kira uang saku," imbunya.
Ismiyati datang ke KPK sekitar pukul 09.40 WIB, sementara Diana masuk ke Gedung KPK sekitar pukul 10.45 WIB. Kata Ismiyati, uang yang awalnya dikira uang saku saat Kongres Demokrat diberikan oleh anggota DPR RI Umar Arsal. "Pasti dapat semua dari tim pemanangan Anas," tukas Ismiyati.
Demokrat tak soal politikusnya diborong kasus Hambalang
Keduanya akan diperiksa sebagai saksi untuk mantan Ketua Umum partai Demokrat Anas Urbaningrum dalam kaitan Proyek Sport Center Hambalang Bogor, Jawa Barat.
Ismiyati tak menampik ada bagi-bagi uang saat Kongres Partai Demokrat di Bandung pada tahun 2010 lalu. Namun, dia mengaku tidak mengetahui dari mana sumber uang tersebut.
"Pemberian ada dari kemarin. Cuma kita enggak tahu dana dari mana," kata Ismiyati di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (13/12/2013).
Menurutnya, uang yang diberikan kepada dirinya dikira hanya sebagai uang saku. "Saya pikir itu uang saku, Saya enggak akan balikin karena itu saya kira uang saku," imbunya.
Ismiyati datang ke KPK sekitar pukul 09.40 WIB, sementara Diana masuk ke Gedung KPK sekitar pukul 10.45 WIB. Kata Ismiyati, uang yang awalnya dikira uang saku saat Kongres Demokrat diberikan oleh anggota DPR RI Umar Arsal. "Pasti dapat semua dari tim pemanangan Anas," tukas Ismiyati.
Demokrat tak soal politikusnya diborong kasus Hambalang
(lal)