Keluarga Luthfi kecewa dengan sikap Anis Matta
Kamis, 12 Desember 2013 - 13:11 WIB
Keluarga Luthfi kecewa dengan sikap Anis Matta
A
A
A
Sindonews.com - Keluarga besar Luthfi Hasan Ishaaq kecewa dengan pernyataan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta. Pasalnya, sangat tidak pantas meminta maaf ke publik sebelum Luthfi mendapat vonis dari majelis hakim. Luthfi merupakan terpidana kasus dugaan suap impor dagi sapi.
"Saya, keluarga keberatan dengan pernyataan Anis Matta. Buat kita kurang etis sebelum vonis menyampaikan pernyataan seperti itu," kata saudra bungsu Luthfi, Faisal Hasan Ishaaq di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (12/12/2013).
Menurutnya, Anis Matta yang juga mantan Wakil Ketua DPR menyatakan seluruh kader di Indonesia untuk minta maaf kepada publik. Dia memandang statemen Anis sangat tidak elok. "Saya dengar juga di media dikatakan korupsi bukan program partai kami. Mana ada partai yang punya program korupsi. Kalau sudah divonis enggak masalah, tapi kan belum," ketus Faisal.
Dia merasa heran Presiden PKS yang menggantikan Luthfi itu bisa membuat pernyataan yang kurang etis dan terkesan merendahkan citra PKS. Keluarga Luthfi tidak mau berspekulasi Anis Matta tengah mencari popularitas demi kepentingan Pemilu 2014.
"Kami cinta PKS, partai bagus, bersih. Hanya keluarga kami yang sudah lama sikap Anis Matta Anomali. Karena dia sudah tahu vonis dan menyatakan seolah-olah memang enggak tahu apa yang dikejar. Popularitas?," tukasnya.
LHI: Anis Matta tahu berapa tahun vonis saya
"Saya, keluarga keberatan dengan pernyataan Anis Matta. Buat kita kurang etis sebelum vonis menyampaikan pernyataan seperti itu," kata saudra bungsu Luthfi, Faisal Hasan Ishaaq di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (12/12/2013).
Menurutnya, Anis Matta yang juga mantan Wakil Ketua DPR menyatakan seluruh kader di Indonesia untuk minta maaf kepada publik. Dia memandang statemen Anis sangat tidak elok. "Saya dengar juga di media dikatakan korupsi bukan program partai kami. Mana ada partai yang punya program korupsi. Kalau sudah divonis enggak masalah, tapi kan belum," ketus Faisal.
Dia merasa heran Presiden PKS yang menggantikan Luthfi itu bisa membuat pernyataan yang kurang etis dan terkesan merendahkan citra PKS. Keluarga Luthfi tidak mau berspekulasi Anis Matta tengah mencari popularitas demi kepentingan Pemilu 2014.
"Kami cinta PKS, partai bagus, bersih. Hanya keluarga kami yang sudah lama sikap Anis Matta Anomali. Karena dia sudah tahu vonis dan menyatakan seolah-olah memang enggak tahu apa yang dikejar. Popularitas?," tukasnya.
LHI: Anis Matta tahu berapa tahun vonis saya
(lal)