Mahasiswa harus siap hadapi AFTA 2015
Kamis, 12 Desember 2013 - 00:50 WIB
Mahasiswa harus siap hadapi AFTA 2015
A
A
A
Sindonews.com - Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Sugiharsono mengatakan, mendekati Asean Free Trade Area (AFTA) 2015, para mahasiswa harus mengetahui gambaran persaingan sebenarnya.
Di sisi lain, Sugiharsono mengakui, perusahaan negara tidak bisa terlibat dalam menentukan metodelogi pendidikan di kampus. Namun, bisa berbuat banyak bagi pendidikan, melalui penyediaan fasilitas mengajar yang layak.
Menurutnya, fasilitas mengajar itu bisa penyediaan laboratorium dan pengembangan perpustakaan. "Kami sendiri ingin sekali mengembangkan laboratorium bahasa ekonomi, agar para lulusan kami mampu bersaing di dunia global," kata Sugiharsono di Yogyakarta, Rabu 11 Desember 2013.
Sementara itu, Komisaris PT Pertamina Edy Hermantoro mengatakan, mahasiswa harus menyiapkan diri menghadapi tantangan dunia global. Semakin meningkatnya tenaga kerja muda Indonesia membuat persaingan semakin berat.
”Belum lagi persaingan tenaga kerja dengan negara anggota Asean dan di luar Asean membuat mahasiswa harus benar-benar meningkatkan kualitas lulusan supaya mampu bersaing,” jelasnya.
Edy mengakui, dana pendidikan yang ada belum mampu meng-cover seluruh kegiatan pendidikan di Indonesia. Salah satunya adalah kurangnya dana bagi penelitian. Selain itu, royalti sebagai wujud penghargaan bagi peneliti Indonesia pun belum dapat dikatakan layak.
”Minimnya anggaran penelitian jangan mematahkan semangat. Sebab kami memiliki CSR yang bisa dimanfaatkan untuk pengembangan pendidikan,” imbuhnya.
Di sisi lain, Sugiharsono mengakui, perusahaan negara tidak bisa terlibat dalam menentukan metodelogi pendidikan di kampus. Namun, bisa berbuat banyak bagi pendidikan, melalui penyediaan fasilitas mengajar yang layak.
Menurutnya, fasilitas mengajar itu bisa penyediaan laboratorium dan pengembangan perpustakaan. "Kami sendiri ingin sekali mengembangkan laboratorium bahasa ekonomi, agar para lulusan kami mampu bersaing di dunia global," kata Sugiharsono di Yogyakarta, Rabu 11 Desember 2013.
Sementara itu, Komisaris PT Pertamina Edy Hermantoro mengatakan, mahasiswa harus menyiapkan diri menghadapi tantangan dunia global. Semakin meningkatnya tenaga kerja muda Indonesia membuat persaingan semakin berat.
”Belum lagi persaingan tenaga kerja dengan negara anggota Asean dan di luar Asean membuat mahasiswa harus benar-benar meningkatkan kualitas lulusan supaya mampu bersaing,” jelasnya.
Edy mengakui, dana pendidikan yang ada belum mampu meng-cover seluruh kegiatan pendidikan di Indonesia. Salah satunya adalah kurangnya dana bagi penelitian. Selain itu, royalti sebagai wujud penghargaan bagi peneliti Indonesia pun belum dapat dikatakan layak.
”Minimnya anggaran penelitian jangan mematahkan semangat. Sebab kami memiliki CSR yang bisa dimanfaatkan untuk pengembangan pendidikan,” imbuhnya.
(maf)