Terkait pernyataan, Dahlan Iskan diminta mundur

Jum'at, 29 November 2013 - 13:28 WIB
Terkait pernyataan,...
Terkait pernyataan, Dahlan Iskan diminta mundur
A A A
Sindonews.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan, diminta mundur dari jabatannya.

Desakan tersebut dilontarkan Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam (PP GPI), terkait pernyataan Dahlan yang menjual perusahaan BUMN yang tidak sehat dan produktif, tidak sesuai dengan komitmen pejabat negara dalam menjaga dan menyelamatkan aset negara dari pihak asing.

"Dahlan Iskan tidak layak jadi menteri dan harus mengundurkan diri," kata Ketua GPI Kundrat Kanda saat konferensi pers di Bakoel Coffie, Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (29/11/2013).

Maka dari itu, kata dia, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) agar segera me-reshuffle kabinet dengan mengganti Dahlan dengan pejabat yang punya integritas yang tinggi. Menurutnya, pernyataan Dahlan tersebut tidak rasional, karena bank seperti Century sebenarnya tidak layak untuk di selamatkan.

Sehingga, menurut dia, ada sesuatu yang tidak benar dengan rencana Dahlan Iskan untuk menjual aset-aset BUMN yang tidak sehat itu. Selain itu, sambung dia, bos media Jawa Pos grup ini juga telah membohongi publik.

Pasalnya, Dahlan membandingkan bisnis di Amerika Serikat (AS) dan Inggris yang tidak ada perusahaan-perusahaan BUMN. Artinya, lanjut dia, semua aset-aset BUMN akan di jual oleh Dahlan dan ia juga tidak bisa mengelak adanya makelar asing dalam BUMN.

"Kenyataan pahit ketika penjualan Indosat. Jika dilakukan (penjualan perusahaan yang tidak sehat) akan jadi persoalan yang serius," katanya.

Maka dari itu, pihaknya berharap, semua pihak untuk mendesak Dahlan Iskan membatalkan penjualan aset BUMN. Karena hal itu dilakukan Dahlan, maka upaya pemerintah dalam membenahi perusahaan-perusahaan BUMN yang tidak sehat, sulit terwujud. "Sebetulnya bukan menjual aset jalan keluarnya, tapi memberantas korupsi solusinya," tuturnya.

Hal senada dikatakan Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) GPI Ali Rasyid. Perusahaan BUMN, menurut dia, bukan milik perorangan maupun sekelompok orang. Akan tetapi faktanya, kata Ali, orang-orang Jawa Pos grup banyak yang menjabat sebagai direksi di perusahaan BUMN.

"Karena itu beri imbauan kita harus punya dorongan yang besar kepada pemerintah untuk selamatkan BUMN," cetusnya.
(maf)
Berita Terkait
Direksi hingga Komisaris...
Direksi hingga Komisaris Dilaporkan Korupsi, Begini Reaksi Kementerian BUMN
Jiwasraya Bakal Dibubarkan...
Jiwasraya Bakal Dibubarkan Bulan Depan, Gimana Nasib Nasabah?
Bersih-bersih BUMN Lanjut...
Bersih-bersih BUMN Lanjut Terus, Erick Thohir: Wujud Komitmen Berantas Korupsi
Erick Thohir Bongkar...
Erick Thohir Bongkar Ada 159 Kasus Korupsi, 27 BUMN Gandeng KPK
Diduga Kongkalikong...
Diduga Kongkalikong Rekayasa Transaksi Gula, Anak Perusahaan BUMN Rugikan Negara Rp570 Miliar
Erick Thohir: Korupsi...
Erick Thohir: Korupsi dari Zaman Dulu Sampai Sekarang Ada
Berita Terkini
Pakar Bedah Kasus Dugaan...
Pakar Bedah Kasus Dugaan Pidana Jabatan Mantan Jampidsus
Roy Suryo: Praperadilan...
Roy Suryo: Praperadilan Jilid 3 Bukan untuk Cari Duit
Perang Iran Menjadi...
Perang Iran Menjadi Warisan Buruk Kebijakan Luar Negeri Amerika Serikat
MUI Soroti Penangkapan...
MUI Soroti Penangkapan Ulama Palestina Sheikh Abdul Karim Raed Miqdad, Pertanyakan Verifikasi Tuduhan Terorisme
Prabowo Tunjuk Asep...
Prabowo Tunjuk Asep Nana Mulyana Jadi Wakil Jaksa Agung, Kuntadi Jabat Jampidsus
Dilantik Prabowo Jadi...
Dilantik Prabowo Jadi Kepala BGN, Sudaryono Lepas Jabatan Wamentan
Infografis
Sejarah Boikot Olahraga...
Sejarah Boikot Olahraga Dunia dan Ancaman Jerman Mundur dari Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved