PPATK: Di Pemilu 2014 pasti banyak transaksi mencurigakan

Kamis, 28 November 2013 - 16:39 WIB
PPATK: Di Pemilu 2014...
PPATK: Di Pemilu 2014 pasti banyak transaksi mencurigakan
A A A
Sindonews.com - Menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2014, dipastikan banyak Laporan Transaksi Keuangan Mencurigakan (LTKM) dari para calon, baik legislatif (DPR RI, DPRD, DPD) maupun calon presiden dan wakil presiden.

"Hasil pengawasan dan riset kami terkait aliran dana peserta Pemilu 2014, akan disampaikan langsung oleh pimpinan PPATK," kata Direktur Pemeriksaan dan Riset PPATK Ivan Yustiavandhana, saat diskusi, di Bogor, Kamis (28/11/2013).

Menurutnya peningkatan transaksi keuangan mencurigakan itu, dikarenakan peserta pemilu tersebut ingin menang dan membutuhkan uang. "Uang tersebut untuk kebutuhan pembelian logistik dan segala macam," ucapnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, kecenderungan meningkat itu terjadi sebelum, saat dan setelah pemilu. Pihak memaparkan dalam Hasil Analisis (HA) 2004-2013, sebanyak 130.506 LTKM
"Pada Pemilu 2004 hanya 838 LTKM, kemudian pada 2005 meningkat 145 persen menjadi 2055 LTKM," paparnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, pada Pemilu 2008 hingga 2009, terjadi peningkatan LTKM yang cukup drastis sebesar 125 persen. "Pada tahun 2008 ke 2009 ini merupakan puncaknya anomali peningkatan LTKM yang cukup luar biasa dari 10.432 naik menjadi 23.520," ungkapnya.

Pihaknya kemudian melakukan survei dengan sumber data dari bawaslu dengan mengirimkan 33 questioner namun hanya 18 yang direspon. "Kemudian melalui surat kita mengirimkan surat ke KPU tapi tidak direspon, dan sumber lainnya melalui internet," katanya.

Sebelumnya, dalam kesempatan dan tempat yang sama Kepala PPATK Muhammad Yusuf menjelaskan bukan hanya caleg saja, tapi parpol yang menerima aliran dana berasal dari hasil pencucian uang bisa dijerat.

"Sebetulnya secara teoritis bisa, tapi praktiknya patut dicoba, tapi khawatir nantinya ada ahli yang mengatakan parpol itu bukan korporasi," katanya.

Pihaknya meminta kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) melakukan tindakan tegas terhadap para peserta pemilukada agar menyerahkan rekeningnya masing-masing. "Sudah kita sampaikan soal ini, tapi KPU beralasan dan berkeberatan karena keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM)," ungkapnya.

Menurutnya dalam menindaklanjuti hasil analisis dan laporan dari PPATK terkait LTKM ini, tidak perlu menunggu SDM yang mumpuni. "Tidak perlu SDM, tapi harus tegas dan mengirimkan surat kepada parpol atau caleg. Jika tidak menyerahkan rekening jangan dipilih rakyat," ujarnya.

Tak hanya itu, pihaknya juga menghimbau kepada Capres maupun Cawapres yang menjadi peserta Pemilihan Presiden (Pilpes) 2014 mendatang agar menyerahkan rekening ke KPU dan PPATK. "Jangan khawatir kita siap jamin kerahasiaannya. Yang perlu diminta untuk para peserta pemilu, pertama mau menyerahkan rekening kepada PPATK dan KPU, kemudian yang kedua berani untuk tidak menerima uang cash," tegasnya.
(maf)
Berita Terkait
Pemerintah Belum Tuntaskan...
Pemerintah Belum Tuntaskan Hak 2.747 Penyelenggara Pemilu 2014
Kebocoran Data Pemilih...
Kebocoran Data Pemilih Pemilu 2014, Ini Kata KPU DIY
Capaian Partai Gerindra...
Capaian Partai Gerindra di Pemilu 2009, 2014, dan 2019
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Bayar Uang Penghargaan Penyelenggara Pemilu 2014
Peretas Diduga Bobol...
Peretas Diduga Bobol Data Pemilih Pemilu 2014 Melalui KPU
Data Pemilih Pemilu...
Data Pemilih Pemilu 2014 Diduga Dibobol, Termasuk DPT Bantul
Berita Terkini
BEM PTNU: Komitmen Prabowo...
BEM PTNU: Komitmen Prabowo dalam Kasus Jampidsus Cerminkan Semangat Asta Cita
Menyorot Kebijakan Bahan...
Menyorot Kebijakan Bahan Bakar B50
Komjak Bakal Awasi Penanganan...
Komjak Bakal Awasi Penanganan Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Prabowo: Pemimpin yang...
Prabowo: Pemimpin yang Anjurkan Bakar-bakar Itu Pemimpin Pengkhianat
PAN dan PDIP Desak Febrie...
PAN dan PDIP Desak Febrie Adriansyah Dihukum Mati, Gerindra Dorong Pengembalian Kerugian Keuangan Negara Secara Maksimal
Prabowo Sebut BUMN Sumber...
Prabowo Sebut BUMN Sumber Korupsi: Kembalikan Kekayaan Rakyat
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved