Peserta Konvensi Demokrat kalah pamor
Minggu, 24 November 2013 - 14:32 WIB
Peserta Konvensi Demokrat kalah pamor
A
A
A
Sindonews.com - Peserta Konvensi Partai Demokrat masih kalah pamor dengan nama-nama calon presiden (capres) lainnya, hasil tersebut berdasarkan survei yang dilakukan Lingkaran Survei Indonesia (LSI).
Peneliti LSI Rully Akbar mengatakan, kalau survei yang mereka temukan menunjukkan tingkat pengenalan peserta konvensi Partai Demokrat masih minim.
"Tingkat pengenalan peserta konvensi masih di bawah 60 persen dan kalah dengan calon presiden lainnya," kata Rully dalam pemaparan hasil risetnya bertema 'Konvensi Demokrat: Dari Hero ke Zero kah Nasib Demokrat?' di Kantor LSI, Rawa Mangun, Jakarta Timur, Minggu (24/11/2013).
Kata dia, nama-nama yang selama ini telah resmi menjadi capres maupun digadang-gadangkan seperti Megawati Soekarnoputri dan Hatta Rajasa lebih dikenal ketimbang peserta konvensi.
"Nama-nama seperti Megawati, Aburizal, Prabowo, Joko Widodo, Wiranto, Hatta Rajasa tingkat pengenalan di atas 70 persen," terangnya.
Sekadar informasi, LSI mengadakan survei pada 12 September hingga 5 Oktober 2013 melalui metode multistage random sampling dengan responden 1200 orang dari 33 provinsi dengan teknik wawancara dan margin of error +- 2,9 persen. Survei ini juga dilengkapi dengan riset kualitatif.
Baca berita:
Beban Demokrat di konvensi
Peneliti LSI Rully Akbar mengatakan, kalau survei yang mereka temukan menunjukkan tingkat pengenalan peserta konvensi Partai Demokrat masih minim.
"Tingkat pengenalan peserta konvensi masih di bawah 60 persen dan kalah dengan calon presiden lainnya," kata Rully dalam pemaparan hasil risetnya bertema 'Konvensi Demokrat: Dari Hero ke Zero kah Nasib Demokrat?' di Kantor LSI, Rawa Mangun, Jakarta Timur, Minggu (24/11/2013).
Kata dia, nama-nama yang selama ini telah resmi menjadi capres maupun digadang-gadangkan seperti Megawati Soekarnoputri dan Hatta Rajasa lebih dikenal ketimbang peserta konvensi.
"Nama-nama seperti Megawati, Aburizal, Prabowo, Joko Widodo, Wiranto, Hatta Rajasa tingkat pengenalan di atas 70 persen," terangnya.
Sekadar informasi, LSI mengadakan survei pada 12 September hingga 5 Oktober 2013 melalui metode multistage random sampling dengan responden 1200 orang dari 33 provinsi dengan teknik wawancara dan margin of error +- 2,9 persen. Survei ini juga dilengkapi dengan riset kualitatif.
Baca berita:
Beban Demokrat di konvensi
(kri)