Waspada, tren osteoporosis bergeser ke anak muda

Kamis, 14 November 2013 - 23:46 WIB
Waspada, tren osteoporosis...
Waspada, tren osteoporosis bergeser ke anak muda
A A A
Sindonews.com - Dosen Fakultas Farmasi Universitas Hasanudin Yusnita Rifai terinspirasi dari saudaranya untuk meneliti soal osteoporosis. Hal itu membuat ia lolos dan meraih Fellowship Rp80 juta dalam ajang L'Oreal-UNESCO For Women in Science.

Saat diperiksa, saudaranya di usia 25 tahun sudah memiliki kapur dalam tulang 50 persen. Hal itu menunjukkan bahwa tren bahaya osteoporosis bergeser ke usia lebih dini.

"Kerapuhan tulang lebih cepat terjadi, karena gaya hidup, lebih banyak di depan komputer, kurang olah raga, makanan tak seimbang menyebabkan tulang keropos," katanya di Perpustakaan Universitas Indonesia (UI), Kamis (14/11/2013).

Menurutnya, tulang mengalami dua fase yakni remodelling atau absursi tulang, atau tulang yang meresobsi membuang yang rusak. Ketika resobsinya tinggi, terjadilah osteoporosis.

"Karena itu saya ingin mewujudkan prototipe alat bio sensor, agar protein terbaca dalam proses resobsi. Sudah bukan di atas 40 tahun lagi, sudah mulai bergeser. Bahkan anak muda bisa kejepit tulang belakang. Dalam 200 ribu kasus ada 100 anak muda, dan 50 persen terjadi di Asia," jelasnya.

Pengaruh susu tinggi kalsium, lanjut Yusnita, juga tidak boleh salah kaprah. Mengonsumsi susu kalsium terlalu banyak, malah membuatnya berlebih dan menumpuk resiko kanker.

"Alat yang saya ciptakan bisa mengecek lewat urin. Semacam testpack nanti ada perubahan warna. Hubungkan dengan digital. Designnya kami uji sensitifitasnya, ke depan akan buat lebih simpel, mungkin enam bulan ke depan baru bisa sempurna," jelasnya.

Ia mengimbau, agar masyarakat mengontrol gaya hidup, pola makan dan rajin berolahraga. Perempuan asal Makasar kelahiran 17 November 1975 ini mengenyam pendidikan S1 di Universitas Hasanudin, S2 di Australia, dan S3 di Chiba University Japan.

"Osteoporosis enggak perlu diobati, tapi kuncinya harus hidup seimbang," tutupnya.

Baca berita:
Gigi berlubang bisa sebabkan penyakit jantung
(kri)
Berita Terkait
Saleh Husin: Kerukunan...
Saleh Husin: Kerukunan Warga Dapat dan Olahraga juga Dapat
Buka Cabang di GDC,...
Buka Cabang di GDC, Satu Dental Ingin Kesehatan Gigi Masyarakat Terjaga
Fenomena Bocah Disunat...
Fenomena Bocah Disunat Jin, Begini Penjelasan Ketua IDI Tangsel
Kondisi Kesehatan Dinilai...
Kondisi Kesehatan Dinilai Sangat Mempengaruhi Kualitas Fokus Otak
Menjaga Kesehatan Masyarakat...
Menjaga Kesehatan Masyarakat Indonesia
Derita Kanker Stadium...
Derita Kanker Stadium 3, Bocah 7 Tahun Warga Tangsel Ini Butuh Biaya
Berita Terkini
Darunnajah Gelar 4th...
Darunnajah Gelar 4th ICOP Bersama Menteri ATR/BPN, Siap Optimalisasi Wakaf Nasional
Terbukti Selingkuh dan...
Terbukti Selingkuh dan Pungli, Anggota KPU OKU Timur Dipecat
Poltracking Temukan...
Poltracking Temukan PDIP Puas Kinerja Pemerintahan Prabowo-Gibran
Partai Perindo Dorong...
Partai Perindo Dorong Aturan Pemilu Harus Adil dan Setara: Nomor Urut Parpol Dikocok Ulang
Pigai Usul Jabatan Utama...
Pigai Usul Jabatan Utama Polri Bisa Diisi Sipil, Pakar Hukum: Bisa Timbulkan Persoalan
Wali Kota Agustina Bawa...
Wali Kota Agustina Bawa Inovasi Semarang ke Panggung Nasional, Tawarkan Solusi Ketahanan Pangan Kota Masa Depan
Infografis
Daftar Lengkap Pelatih...
Daftar Lengkap Pelatih Timnas Indonesia dari Masa ke Masa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved