Koalisi Perempuan Indonesia intip caleg perempuan

Kamis, 14 November 2013 - 16:41 WIB
Koalisi Perempuan Indonesia...
Koalisi Perempuan Indonesia intip caleg perempuan
A A A
Sindonews.com - Paket Undang-undang pemilu yang sudah ditetapkan bersama, antara pemerintah dan legislatif (DPR RI) mengharuskan keterwakilan perempuan. Baik di pengurusan partai politik, maupun pemerintahan.

Namun, kuota keterwakilan perempuan menjadi masalah besar, saat partai politik masih melihat sebelah mata peran masing-masing dari mereka. Pasalnya, persaingan di daerah pemilihan juga tak melihat jenis kelamin.

Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) melihat peluang perempuan masih cukup terbuka lebar, untuk berkompetisi dengan kaum laki-laki pada Pemilu Legislatif 2014 mendatang.

Menurut Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Kebijakan Publik KPI Dewi Komala Sari, peluang perempuan dalam pemilu legislatif mendatang cukup terbuka. Sebab, penempatan sistem zeeper (unsur 30 persen) dalam nomor urut calon legislatif juga berbanding.

"Kita sering kali dipertanyakan soal kualitas. Tapi kita melihat juga calon laki-laki juga sama," kata Dewi, usai diskusi 'Peluncuran Hasil Pemetaan Cepat Keterwakilan Perempuan Dalam DCT DPR RI', di Bakoel Koffie, Cikini, Jakarta, Kamis (14/11/2013).

Dikatakan dia, sistem afirmatif perempuan sudah mulai terbuka lebar, pasca reformasi 1998. Tetapi, dalam praktiknya, banyak momen-momen penting kaum perempuan tak dilibatkan dalam pengambilalihan keputusan.

Kejadian tersebut, menurutnya banyak diceritakan caleg perempuan yang sudah diadvokasi. Dalam momen penentuan daftar calon sementara (DCS) menjadi daftar calon tetap (DCT), banyak pihak perempuan tak dilibatkan secara penuh.

"Paling mudah kita ketahui itu, saat-saat penentuan DCS. Banyak tim yang dilibatkan dari laki-laki," ungkap Dewi.

Diakui dia, memang susah untuk melibatkan perempuan dalam kegiatan politik yang dinilai tak mengenal waktu. Tetapi, menurutnya, dalam momen keputusan penting harusnya partai politik mengedepankan aturan zeeper perwakilan perempuan.

"Kan kita (perempuan) susah juga, kalau rapat-rapat dalam partai itu sampai tengah malam. Mereka (partai politik) harusnya mengerti keadaan itu," ucapnya.

Klik di sini untuk berita terkait.
(stb)
Berita Terkait
Pemerintah Belum Tuntaskan...
Pemerintah Belum Tuntaskan Hak 2.747 Penyelenggara Pemilu 2014
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Bayar Uang Penghargaan Penyelenggara Pemilu 2014
Kebocoran Data Pemilih...
Kebocoran Data Pemilih Pemilu 2014, Ini Kata KPU DIY
Capaian Partai Gerindra...
Capaian Partai Gerindra di Pemilu 2009, 2014, dan 2019
Peretas Diduga Bobol...
Peretas Diduga Bobol Data Pemilih Pemilu 2014 Melalui KPU
Data Pemilih Pemilu...
Data Pemilih Pemilu 2014 Diduga Dibobol, Termasuk DPT Bantul
Berita Terkini
Pengadilan Negeri Jakarta...
Pengadilan Negeri Jakarta Timur Larang Siaran Langsung Sidang Dokter Tifa terkait Ijazah Jokowi
Mensesneg Jelaskan Maksud...
Mensesneg Jelaskan Maksud Prabowo terkait 4 Kali Kalah Pemilu Tak Ganggu Pemegang Mandat
Salam Prabowo Disampaikan...
Salam Prabowo Disampaikan Jumhur, Raja Charles Beri Pujian untuk Indonesia
Prabowo Singgung Pihak...
Prabowo Singgung Pihak Bikin Gaduh usai Pemilu: Kapan Kita Mau Menuju Kesejahteraan untuk Rakyat?
Ajukan Kasasi, Kuasa...
Ajukan Kasasi, Kuasa Hukum Harap MA Vonis Bebas Kerry Anak Riza Chalid
Jokowi Pede PSI Masuk...
Jokowi Pede PSI Masuk Parlemen Senayan di Pemilu 2029
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved