Kuasa hukum prediksi Anas ditahan jelang pemilu
Kamis, 14 November 2013 - 06:06 WIB
Kuasa hukum prediksi Anas ditahan jelang pemilu
A
A
A
Sindonews.com - Kuasa Hukum Anas Urbaningrum, Handika Honggowongso memprediksi kliennya akan ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjelang kampanye terbuka pemilu legislatif (pileg) yakni pada akhir bulan Desember 2013 terkait perkara Sport Center Hambalang, Bogor, Jawa Barat.
"Ya menjelang kampanye pemilu legislatif lah, supaya di bungkam dalam tahanan. Tetapi sidangnya nanti, setelah pemilu legislatif selesai," kata Handika dalam pesan singkatnya kepada Sindonews, Jakarta, Kamis (14/11/2013).
Menurut Handika, alasan sidang perkara Anas nanti tidak dilaksanakan menjelang atau pada saat pileg, yakni dikhawatirkan akan terbongkar keterangan-keterangan dari saksi dan alat bukti surat-surat yang akan membuka skandal para petinggi Partai Demokrat terkait perkara Sport Center Hambalang, Bogor, Jawa Barat.
"Hal itu akan dimanfaatkan lawan politik SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) untuk kampanye menghabisi SBY, jika itu terjadi Partai Demokrat cuma bisa dapat tiga persen dalam Pemilu 2014," papar Handika.
Handika menilai, bahwa SBY nantinya akan sangat malu jika partainya nanti hanya mendapatkan suara tiga persen dalam Pemilu 2014 karena kasus yang melibatkannya terbongkar.
"Sebagai Ketum (Ketua Umum) Partai Demokrat, SBY akan gagal memberi tiket bagi calon capres Cikeas. Sia-sialah nanti segala operasi politik yang sudah dijalankan selama ini (oleh SBY)," pungkas Handika.
Baca berita:
KPK dituding berupaya mencari-cari kesalahan Anas
"Ya menjelang kampanye pemilu legislatif lah, supaya di bungkam dalam tahanan. Tetapi sidangnya nanti, setelah pemilu legislatif selesai," kata Handika dalam pesan singkatnya kepada Sindonews, Jakarta, Kamis (14/11/2013).
Menurut Handika, alasan sidang perkara Anas nanti tidak dilaksanakan menjelang atau pada saat pileg, yakni dikhawatirkan akan terbongkar keterangan-keterangan dari saksi dan alat bukti surat-surat yang akan membuka skandal para petinggi Partai Demokrat terkait perkara Sport Center Hambalang, Bogor, Jawa Barat.
"Hal itu akan dimanfaatkan lawan politik SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) untuk kampanye menghabisi SBY, jika itu terjadi Partai Demokrat cuma bisa dapat tiga persen dalam Pemilu 2014," papar Handika.
Handika menilai, bahwa SBY nantinya akan sangat malu jika partainya nanti hanya mendapatkan suara tiga persen dalam Pemilu 2014 karena kasus yang melibatkannya terbongkar.
"Sebagai Ketum (Ketua Umum) Partai Demokrat, SBY akan gagal memberi tiket bagi calon capres Cikeas. Sia-sialah nanti segala operasi politik yang sudah dijalankan selama ini (oleh SBY)," pungkas Handika.
Baca berita:
KPK dituding berupaya mencari-cari kesalahan Anas
(kri)