KPK diminta jelaskan aliran dana Hambalang ke PPI

Rabu, 13 November 2013 - 08:00 WIB
KPK diminta jelaskan...
KPK diminta jelaskan aliran dana Hambalang ke PPI
A A A
Sindonews.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus segera menjelaskan aliran dana korupsi Sport Center Hambalang ke Ormas Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI), terkait penggeledahan yang dilakukan KPK, Selasa, 12 November 2013 kemarin.

"KPK harus mejelaskan soal penggeledahan PPI dan rumahnya dalam kasus Hambalang, misalnya dana Hambalang mengalir ke Ormas PPI, itu kan susah, ini hak penyidik," ujar pengamat hukum pidana dari Universitas PArahyangan, Asep Warlan Yusuf, kepada Sindonews, Rabu (13/11/2013).

Jika KPK tidak menjelaskan kepada publik keterkaitan Hambalang dengan PPI, maka publik akan menafsirkan KPK dipolitisasi oleh penguasa untuk menghukum lawan politiknya. Sehingga KPK kredibilitasnya diragukan sebagai lembaga antikorupsi yang independen.

"Logika publik tidak cukup seperti itu, jangan-jangan penguasa menggunakan KPK untuk menunjukkan lawan politiknya," kata Asep.

Dalam penanganan kasus Hambalang yang telah menetapkan banyak tersangka namun masih saja berlangsung lamban penyidikannya, menimbulkan kesan KPK diintervensi oleh kekuasaan politik dalam kasus ini.

"Lagi-lagi kita cerita pesanan-pesanan tertentu yang potensial, terasa betul nuansa itu," kata Asep.

Dia mencontohkan kasus suap penanganan kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian yang telah memvonis orang dekat mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera Luthfi Hasan Ishaaq, Ahmad Fathanah, dengan hukuman penjara 14 tahun dan denda Rp1 miliar.

Dengan vonis seberat itu, KPK masih tidak puas dan mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi DKI Jakarta. Sementara terhadap vonis politikus Partai Demokrat yang terjerat korupsi salah satunya M Nazaruddin dan Angelina Sondakh yang cukup ringan, KPK tidak mengajukan banding.

"Vonis Fathanah itu sudah cukup adil, tapi KPK bilang belum. Ini menandakan KPK sukup puas kalau partai yang berkuasa itu divonis ringan," kata Asep.

Korupsi Hambalang, KPK urung periksa SBY dan Ibas
(lal)
Berita Terkait
Jadi Program Unggulan,...
Jadi Program Unggulan, Sport Center Bulukumba Tak Kunjung Terealisasi
Gubernur Lakukan Groundbreaking...
Gubernur Lakukan Groundbreaking Sumut Sport Center Bertaraf Internasional
Pembangunan Sport Center...
Pembangunan Sport Center Pangkalan Bun Akan Terus Dilanjutkan
Dikaitkan dengan Kasus...
Dikaitkan dengan Kasus Hambalang, Gede Pasek: Akan Kami Hadirkan Bukti Telak
Dukung Sumut Sport Center,...
Dukung Sumut Sport Center, Menpora: Jangan Diragukan Lagi Pak Gubernur
Soal Siap Digantung...
Soal Siap Digantung di Monas, Anas: Lahir Batin Saya Tidak Melakukan yang Dituduhkan Itu
Berita Terkini
Abdullah Alkatiri Yakin...
Abdullah Alkatiri Yakin JPU Tidak Bakal Mendakwa Ulang Dokter Tifa
Momen Keakraban Cak...
Momen Keakraban Cak Imin, Dasco, dan Angela Tanoesoedibjo di Harlah ke-28 PKB
Hadiri Harlah ke-28...
Hadiri Harlah ke-28 PKB, Partai Perindo Ajak Kolaborasi Bangun Ekonomi Kerakyatan
Prabowo Singgung Londo...
Prabowo Singgung Londo Ireng: Sekarang Pakai Baju Wartawan, Pengamat, hingga LSM
Dokter Tifa Sudah Siapkan...
Dokter Tifa Sudah Siapkan 2.000 Pertanyaan untuk Jokowi jika Sidang Berlanjut
Perjalanan Rapat Istana...
Perjalanan Rapat Istana Sempat Tertunda, Mentan Amran Turun Tangan Selamatkan Korban Kecelakaan
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved