Curhat lewat buku, SBY ambil langkah positif
Selasa, 12 November 2013 - 05:06 WIB
Curhat lewat buku, SBY ambil langkah positif
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam waktu dekat akan menerbitkan buku berjudul "Selalu Ada Pilihan". Buku yang ditulisnya sendiri tersebut diluncurkan untuk merespons berbagai kritik dan fitnah dari berbagai kalangan selama masa kepemimpinannya.
Pengamat Komunikasi Politik dari Universitas Mercu Buana, Heri Budianto menilai, peluncuran buku sebagai hal yang lumrah dilakukan oleh seorang pemimpin sebuah negara.
"Buku Presiden SBY bentuk curhat SBY tentang kinerja selama sembilan tahun. Saya melihat rencana SBY meluncurkan buku merupakan bentuk informasi yang akan disampaikannya langsung kepada rakyat," ujarnya kepada Sindonews, Selasa (12/11/2013)
Tidak itu saja, lanjut Heri, jika dilihat dari apa yang disampaikan, bisa jadi itu adalah sisi-sisi lain yang dialami oleh SBY selama menjabat sebagai presiden. Sebab, ada hal-hal yang tidak bisa disampaikan langsung ke publik bisa dijelaskan atau diluruskan melalui buku itu.
"Seperti curhat saya kira, sebab banyak sisi lain yang tidak diketahui oleh rakyat tentang perjalanan dan apa yang sudah dilakukan SBY. Sah-sah saja kalau SBY menulis buku dan saya kira positif," katanya.
Seperti diberitakan Sindonews sebelumnya, selama sembilan tahun menjalani tugasnya sebagai presiden, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku banyak mendapat kritik dan fitnah dari publik dan berbagai kalangan. Kritik dan fitnah itu akan dia respons melalui sebuah buku yang ditulisnya sendiri.
“Awal Desember ini, cerita yang penuh kejutan itu akan saya bukukan. Saya menulisnya sendiri, termasuk judulnya 'Selalu Ada Pilihan',” ungkap Presiden SBY melalui akun twitternya @SBYudhoyono, Minggu, 10 November 2013 malam.
Seperti sebuah batik, SBY menilai buku “Selalu Ada Pilihan” berisi banyak pelajaran buat dirinya pribadi. “Mudah-mudahan jadi pelajaran buat kita semua,” terang SBY.
Dia menjelaskan, buku yang ditulis dan diberi judul sendiri olehnya itu akan didedikasikan untuk presiden yang akan datang agar lebih siap menghadapi tantangan, ujian, dan cobaan seperti yang dialaminya sebaga presiden.
SBY ingin berbagi pengalaman sebagai pemimpin bangsa kepada Presiden penerusnya melalui sebuah buku. “Anggaplah buku ini hak jawab saya terhadap gunjingan, kritik, cemooh bahkan fitnah yang saya alami selama memimpin lebih dari sembilan tahun ini,” jelas SBY.
Baca berita:
Terbitkan buku, SBY mengemas diri sebagai orang dizalimi
Pengamat Komunikasi Politik dari Universitas Mercu Buana, Heri Budianto menilai, peluncuran buku sebagai hal yang lumrah dilakukan oleh seorang pemimpin sebuah negara.
"Buku Presiden SBY bentuk curhat SBY tentang kinerja selama sembilan tahun. Saya melihat rencana SBY meluncurkan buku merupakan bentuk informasi yang akan disampaikannya langsung kepada rakyat," ujarnya kepada Sindonews, Selasa (12/11/2013)
Tidak itu saja, lanjut Heri, jika dilihat dari apa yang disampaikan, bisa jadi itu adalah sisi-sisi lain yang dialami oleh SBY selama menjabat sebagai presiden. Sebab, ada hal-hal yang tidak bisa disampaikan langsung ke publik bisa dijelaskan atau diluruskan melalui buku itu.
"Seperti curhat saya kira, sebab banyak sisi lain yang tidak diketahui oleh rakyat tentang perjalanan dan apa yang sudah dilakukan SBY. Sah-sah saja kalau SBY menulis buku dan saya kira positif," katanya.
Seperti diberitakan Sindonews sebelumnya, selama sembilan tahun menjalani tugasnya sebagai presiden, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku banyak mendapat kritik dan fitnah dari publik dan berbagai kalangan. Kritik dan fitnah itu akan dia respons melalui sebuah buku yang ditulisnya sendiri.
“Awal Desember ini, cerita yang penuh kejutan itu akan saya bukukan. Saya menulisnya sendiri, termasuk judulnya 'Selalu Ada Pilihan',” ungkap Presiden SBY melalui akun twitternya @SBYudhoyono, Minggu, 10 November 2013 malam.
Seperti sebuah batik, SBY menilai buku “Selalu Ada Pilihan” berisi banyak pelajaran buat dirinya pribadi. “Mudah-mudahan jadi pelajaran buat kita semua,” terang SBY.
Dia menjelaskan, buku yang ditulis dan diberi judul sendiri olehnya itu akan didedikasikan untuk presiden yang akan datang agar lebih siap menghadapi tantangan, ujian, dan cobaan seperti yang dialaminya sebaga presiden.
SBY ingin berbagi pengalaman sebagai pemimpin bangsa kepada Presiden penerusnya melalui sebuah buku. “Anggaplah buku ini hak jawab saya terhadap gunjingan, kritik, cemooh bahkan fitnah yang saya alami selama memimpin lebih dari sembilan tahun ini,” jelas SBY.
Baca berita:
Terbitkan buku, SBY mengemas diri sebagai orang dizalimi
(kri)