Setuju penetapan DPT, diduga Bawaslu mendapat tekanan
Kamis, 07 November 2013 - 19:04 WIB
Setuju penetapan DPT, diduga Bawaslu mendapat tekanan
A
A
A
Sindonews.com - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) diduga telah mengalami tekanan, sehingga ikut menyetujui pengesahan daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu 2014, oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Senin, 4 November 2013 kemarin.
"Ya kalau kita lihat juga sikap Bawaslu sekarang berubah," ujar Wakil Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDI-P Hasto Kristianto, di gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (7/11/2013).
Sekedar informasi, Bawaslu sempat merekomendasikan pengunduran jadwal penetapan DPT pada 23 Oktober 2013 ke tanggal 4 November 2013, lantaran masih adanya daftar pemilih bermasalah.
"Disinyalir ada pihak-pihak yang melakukan pendekatan kepada Bawaslu, untuk menekan agar Bawaslu pun menerima penetapan DPT tersebut," katanya.
Akan tetapi, dia tak menyebutkan secara gamblang siapa pihak-pihak yang menekan Bawaslu tersebut. Kendati demikian, Hasto pun mengaku mendapat penjelasan dari Ketua Bawaslu Muhammad mengenai dugaan tersebut.
"Karena pada saat itu, Pak Muhammad (Ketua Bawaslu) sempat mengatakan kepada saya, bahwa yang bersangkutan juga mendapatkan tekanan-tekanan ketika pada tanggal 23 Oktober, saat menyampaikan sikap penundaan terhadap pengesahan DPT," pungkasnya.
Baca juga Bawaslu bungkam soal pengadaan mobil mewah.
"Ya kalau kita lihat juga sikap Bawaslu sekarang berubah," ujar Wakil Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDI-P Hasto Kristianto, di gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (7/11/2013).
Sekedar informasi, Bawaslu sempat merekomendasikan pengunduran jadwal penetapan DPT pada 23 Oktober 2013 ke tanggal 4 November 2013, lantaran masih adanya daftar pemilih bermasalah.
"Disinyalir ada pihak-pihak yang melakukan pendekatan kepada Bawaslu, untuk menekan agar Bawaslu pun menerima penetapan DPT tersebut," katanya.
Akan tetapi, dia tak menyebutkan secara gamblang siapa pihak-pihak yang menekan Bawaslu tersebut. Kendati demikian, Hasto pun mengaku mendapat penjelasan dari Ketua Bawaslu Muhammad mengenai dugaan tersebut.
"Karena pada saat itu, Pak Muhammad (Ketua Bawaslu) sempat mengatakan kepada saya, bahwa yang bersangkutan juga mendapatkan tekanan-tekanan ketika pada tanggal 23 Oktober, saat menyampaikan sikap penundaan terhadap pengesahan DPT," pungkasnya.
Baca juga Bawaslu bungkam soal pengadaan mobil mewah.
(stb)