PDIP curiga Demokrat akan manfaatkan 10,4 data bermasalah
Kamis, 07 November 2013 - 18:13 WIB
PDIP curiga Demokrat akan manfaatkan 10,4 data bermasalah
A
A
A
Sindonews.com - Langkah Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang terkesan tergesa-gesa dalam mengesahkan daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu 2014, pada Senin 4 November 2013 kemarin, disayangkan Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan.
Hal demikian mengingat masih adanya 10,4 juta data pemilih bermasalah, lantaran tak memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK).
Bahkan, partai bentukan Megawati Skoekarnoputri ini curiga, bahwa 10,4 juta data bermasalah tersebut disengaja, untuk dimanfaatkan partai penguasa atau Partai Demokrat untuk memenangkan Pemilu 2014 mendatang.
Menurut Wakil Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDI-P Hasto Kristianto, kecurigaan partainya tersebut bukan tanpa dasar.
Ya, kan ada preseden pada Pemilu 2004 dan pemilu 2009, dimana komisioner KPU kemudian direkrut oleh partai penguasa (Demokrat). Kami menaruh suatu kecurigaan-kecurigaan, karena memang fakta-faktanya kuat," ujar Hasto Kristianto di gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (7/11/2013).
Baca juga partai yang protes DPT dinilai kalah sebelum perang.
Hal demikian mengingat masih adanya 10,4 juta data pemilih bermasalah, lantaran tak memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK).
Bahkan, partai bentukan Megawati Skoekarnoputri ini curiga, bahwa 10,4 juta data bermasalah tersebut disengaja, untuk dimanfaatkan partai penguasa atau Partai Demokrat untuk memenangkan Pemilu 2014 mendatang.
Menurut Wakil Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDI-P Hasto Kristianto, kecurigaan partainya tersebut bukan tanpa dasar.
Ya, kan ada preseden pada Pemilu 2004 dan pemilu 2009, dimana komisioner KPU kemudian direkrut oleh partai penguasa (Demokrat). Kami menaruh suatu kecurigaan-kecurigaan, karena memang fakta-faktanya kuat," ujar Hasto Kristianto di gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (7/11/2013).
Baca juga partai yang protes DPT dinilai kalah sebelum perang.
(stb)