Persoalan internal penyumbang terbesar merosotnya Demokrat
Minggu, 03 November 2013 - 17:40 WIB
Persoalan internal penyumbang terbesar merosotnya Demokrat
A
A
A
Sindonews.com - Merosotnya elektabilitas Partai Demokrat disebabkan faktor internal. Utamanya adalah persoalan kasus korupsi yang melanda para kader partai pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut.
Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Ardian Sopa mengatakan, selain persoalan korupsi, konflik antara SBY dengan Anas Urbaningrum juga menjadi faktor turunnya elektabilitas partai tersebut.
"Image buruk karena kasus korupsi mantan petinggi Partai (Demokrat) dan sisa konflik antara kubu SBY dan Anas adalah konflik internal yang menjadi kelemahan Partai Demokrat," kata Ardian di Kantor LSI, Rawamangun, Jakarta Timur, Minggu (3/11/2013).
Menurutnya, kondisi ini akan berpengaruh terhadap Partai Demokrat dalam menghadapi Pemilu 2014 yang sebentar lagi dilaksanakan.
Dia menambahkan, Konvensi Calon Presiden yang digelar Partai Demokrat juga tidak mampu mendongkrak merosotnya eletabilitas partai berlogo bintang tiga itu. Pasalnya, peserta konvensi yang diusung tidak memiliki pamor yang kuat. "Sehingga menyebabkan tren elektabilitas partai merosot," tukasnya.
Berita Andi Mallarangeng kembali diperiksa KPK.
Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Ardian Sopa mengatakan, selain persoalan korupsi, konflik antara SBY dengan Anas Urbaningrum juga menjadi faktor turunnya elektabilitas partai tersebut.
"Image buruk karena kasus korupsi mantan petinggi Partai (Demokrat) dan sisa konflik antara kubu SBY dan Anas adalah konflik internal yang menjadi kelemahan Partai Demokrat," kata Ardian di Kantor LSI, Rawamangun, Jakarta Timur, Minggu (3/11/2013).
Menurutnya, kondisi ini akan berpengaruh terhadap Partai Demokrat dalam menghadapi Pemilu 2014 yang sebentar lagi dilaksanakan.
Dia menambahkan, Konvensi Calon Presiden yang digelar Partai Demokrat juga tidak mampu mendongkrak merosotnya eletabilitas partai berlogo bintang tiga itu. Pasalnya, peserta konvensi yang diusung tidak memiliki pamor yang kuat. "Sehingga menyebabkan tren elektabilitas partai merosot," tukasnya.
Berita Andi Mallarangeng kembali diperiksa KPK.
(kur)