KPU kesulitan sasar pemilih luar negeri

Kamis, 31 Oktober 2013 - 09:33 WIB
KPU kesulitan sasar...
KPU kesulitan sasar pemilih luar negeri
A A A
Sindonews.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengaku kesulitan "sasar" pemilih yang berdomisili di luar negeri terlebih bagi Warga Negara Indonesia (WNI) tanpa identitas resmi atau ilegal.

Komisiner KPU Hadar Nafis Gumay mengatakan, pihaknya terus menggali kerja sama dengan pemerintah termasuk pejabat luar negeri untuk mencari informasi jumlah pemilih di sana. Tetapi, Hadar berharap pejabat yang bertugas di luar negeri tak melakukan penangkapan WNI ilegal saat datang ke tempat pemungutan suara (TPS).

"Kita tak punya wewenang untuk menjamin agar mereka tidak ditangkap, tapi yang pasti kita tak akan membocorkan status mereka di luar negeri. Dan KPU sudah berbicara dengan sejumlah pejabat Indonesia yang ada di masing-masing negara," kata Hadar di Kantor KPU, Jakarta, Kamis (31/10/2013).

Langkah tersebut, dikatakan Hadar, agar partisipasi pemilih luar negeri bisa meningkat dibanding pemilu tahun 2009. Pasalnya, saat itu pemilih luar negeri sangat minim.

"Kalau di dalam negeri itu kan mencapai 74 persen, tapi di luar negeri hanya 23 persen. Karena itu kita terus berupaya. Jangan ragu memilih bagi TKI yang bermasalah. Pendekatan kita di sana bukan untuk menjaring mereka agar dideportasi, tapi agar mereka dapat menggunakan hak konstitusionalnya," ujar Hadar.

Sementara itu, KPU menetapkan waktu pemungutan suara luar negeri berbeda dengan pemungutan di dalam negeri. Kata Hadar, pemungutan suara di luar negeri jauh lebih panjang waktunya yakni dari 30 Maret sampai dengan 6 April 2014.

"Kalau di dalam negeri, 9 April 2014 itu jatuh pada hari Rabu. Nah bagi WNI di luar negeri mungkin sudah bisa memilih pada hari Sabtu atau Minggu. Atau untuk Timur Tengah, sudah bisa memilih pada hari Jumat," jelas Hadar.

Baca berita:
Hampir 100 persen pemilih tak kenal calegnya
(kri)
Berita Terkait
Pemerintah Belum Tuntaskan...
Pemerintah Belum Tuntaskan Hak 2.747 Penyelenggara Pemilu 2014
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Bayar Uang Penghargaan Penyelenggara Pemilu 2014
Kebocoran Data Pemilih...
Kebocoran Data Pemilih Pemilu 2014, Ini Kata KPU DIY
Capaian Partai Gerindra...
Capaian Partai Gerindra di Pemilu 2009, 2014, dan 2019
Peretas Diduga Bobol...
Peretas Diduga Bobol Data Pemilih Pemilu 2014 Melalui KPU
Data Pemilih Pemilu...
Data Pemilih Pemilu 2014 Diduga Dibobol, Termasuk DPT Bantul
Berita Terkini
Perang Iran 20266: Ketika...
Perang Iran 20266: Ketika Diplomasi Berbicara dengan Bahasa Rudal
Prabowo akan Menerima...
Prabowo akan Menerima Surat Kepercayaan dari 17 Dubes pada 8 Juni 2026
Said Iqbal soal Sinyal...
Said Iqbal soal Sinyal Masuk Kabinet Prabowo: Kita Tunggu Pengumuman Resmi
3 Pati dan Pamen Dimutasi...
3 Pati dan Pamen Dimutasi Kapolri ke Kortastipidkor, Ada Irjen hingga Kombes Pol
7 Terdakwa Kasus Suap...
7 Terdakwa Kasus Suap Sertifikasi K3 Kemnaker Dihukum 4 hingga 6,5 Tahun Penjara
Survei Poltracking:...
Survei Poltracking: 42,4% Publik Setuju MK Hapus Presidential Threshold
Infografis
10 Perguruan Tinggi...
10 Perguruan Tinggi Paling Banyak Sumbang PNS, Kampus Negeri Mendominasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved