Pengamat nilai pemilih pemuda kurang simpati dengan PPP

Rabu, 30 Oktober 2013 - 01:02 WIB
Pengamat nilai pemilih...
Pengamat nilai pemilih pemuda kurang simpati dengan PPP
A A A
Sindonews.com - Pengamat Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Iding Rosyidin Hasan mengatakan, bahwa peluasan cakupan pemilih memang langkah strategis untuk Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Namun, dia mengaku pesimis bahwa PPP dapat menarik pemilih lain, termasuk pemilih pemula. "Tidak akan terlalu signifikan. Karena PPP relatif tidak terlampau menarik bagi pemilih pemula. Bahkan PPP identik dengan kaum tua. Jadi bagi kalangan muda tidak terlalu tertarik," katanya, Selasa, 29 Oktober 2013.

Iding mengatakan, butuh waktu yang lama untuk PPP menarik pemilih pemula. Dengan waktu yang tersisa cukup sulit bagi PPP merubah image, yang dekat dengan kaum muda atau pemilih pemula. "Butuh waktu yang lama untuk merubah mindset itu," katanya.

Apalagi PPP saat ini masih berkutat pada isu-isu yang jauh dari ketertarikan anak muda. Dalam hal ini, PPP kurang bermain pada isu-isu polpulis. Sehingga akan sulit menarik pemilih pemula.

"Isu-isu PPP masih Keislaman. Bahkan isu syariah. Ini bagi kelompok muda isu yang tidak muda. Isu yang harus dimainkan lebih populis. Seperti bebas korupsi," katanya.

Bahkan menurut dia, untuk pemilih setianya yakni Islam tradisional pun PPP masih harus berbagi dengan partai Islam lain. Bahkan dimungkinkan pindah ke partai nasionalis. Sehingga memang sulit PPP untuk mendongkrak suara di pemilu mendatang.

"Tetapi sekarang kan basis tradisional mengalami mobilitas vertikal, terutama anak muda. Dimana relatif terbuka untuk pindah ke lain partai. Partai-partai Islam lain juga merebutkan ini. Ini dapat ditarik sesama partai-partai Islam lain. Pemilih terpolarisasi," ungkapnya.

Meskipun memang ada yang masih benar-benar setia pada PPP. Menurut dia, pemilih tua lah yang cenderung akan setia. Hal ini dikarenakan memang, karena PPP sudah mendarah daging di dalam keluarganya, "Ini sulit pindah ke lain hati," katanya.

Dia mengatakan tidak hanya PPP, bagi partai Islam secara keseluruhan memang cukup sulit untuk naik elektabilitasnya. Dia sepakat dengan berbagai hasil rilis survei yang memprediksi, bahwa partai Islam akan jeblok pada pemilu mendatang.

Klik di sini untuk berita terkait.
(stb)
Berita Terkait
PPP Bertekad Jadikan...
PPP Bertekad Jadikan Kader sebagai Wapres Seperti Hamzah Haz, Pengamat: Harus Punya Tokoh Hebat
Dian Prasetio Dipercaya...
Dian Prasetio Dipercaya DPP PPP untuk Rangkul UMKM, Petani, dan Nelayan
Selamatkan PPP, FKPP...
Selamatkan PPP, FKPP Desak DPP Tindak Tegas Kader Pemecah Belah Partai
Jelang Muktamar, PPP...
Jelang Muktamar, PPP Buka Peluang Munculnya Figur Baru
Nama RTQ Tak Masuk Struktur...
Nama RTQ Tak Masuk Struktur Pimpinan Usulan Formatur DPC PPP Makassar
7 Fraksi PPP di Parlemen...
7 Fraksi PPP di Parlemen se-Sulsel Dapat Hak Suara di Muktamar IX
Berita Terkini
Abdullah Alkatiri Yakin...
Abdullah Alkatiri Yakin JPU Tidak Bakal Mendakwa Ulang Dokter Tifa
Momen Keakraban Cak...
Momen Keakraban Cak Imin, Dasco, dan Angela Tanoesoedibjo di Harlah ke-28 PKB
Hadiri Harlah ke-28...
Hadiri Harlah ke-28 PKB, Partai Perindo Ajak Kolaborasi Bangun Ekonomi Kerakyatan
Prabowo Singgung Londo...
Prabowo Singgung Londo Ireng: Sekarang Pakai Baju Wartawan, Pengamat, hingga LSM
Dokter Tifa Sudah Siapkan...
Dokter Tifa Sudah Siapkan 2.000 Pertanyaan untuk Jokowi jika Sidang Berlanjut
Perjalanan Rapat Istana...
Perjalanan Rapat Istana Sempat Tertunda, Mentan Amran Turun Tangan Selamatkan Korban Kecelakaan
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved