Jumlah orang buta di dunia mencapai 39 juta jiwa
Selasa, 29 Oktober 2013 - 22:20 WIB
Jumlah orang buta di dunia mencapai 39 juta jiwa
A
A
A
Sindonews.com - Berdasarkan data yang dimiliki oleh WHO, jumlah orang buta di dunia mencapai 39 juta. Sedangkan yang low vision mencapai 246 juta dan yang mengalami kebutaan mencapai 285 juta.
Hal itu diungkapkan Direktur bina Upaya Kesesehatan Dasar (BUK) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Dedi Kusenda. Menurutnya, penyebab kebutaan dikarenakan kebutaan seperti katarak mencapai 51 persen, glukosa 8 persen, kelainan refkasi 35 persen dan kebutaan pada anak 4 persen.
“90 persen kebutaan dan gangguan penglihatan terdapat pada negara miskin, dan 80 persen gangguan pengelihatan dan kebutaan dapat dicegah,” katanya, Selasa (29/10/2013).
Sementara itu, Ketua Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) Nila F. Moeloek mengatakan, kesehatan mata dapat dirasakan pada pelayanan sekunder. Namun hal ini dilakukan jika pelayanan primer melakukan rujukan.
Untuk itu, diharapkan dalam BPJS 2014 nanti. Pemerintah dapat memperisiapkan layanan primer di puskesmas, maksimal dengan mengkaver sesuai dengan finansial yang dipersiapkan.
"Pelayanan primer menjadi sangat penting untuk pencegahan awal, agar tidak terjadi kebutaan," kata dia.
Klik di sini untuk berita terkait.
Hal itu diungkapkan Direktur bina Upaya Kesesehatan Dasar (BUK) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Dedi Kusenda. Menurutnya, penyebab kebutaan dikarenakan kebutaan seperti katarak mencapai 51 persen, glukosa 8 persen, kelainan refkasi 35 persen dan kebutaan pada anak 4 persen.
“90 persen kebutaan dan gangguan penglihatan terdapat pada negara miskin, dan 80 persen gangguan pengelihatan dan kebutaan dapat dicegah,” katanya, Selasa (29/10/2013).
Sementara itu, Ketua Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) Nila F. Moeloek mengatakan, kesehatan mata dapat dirasakan pada pelayanan sekunder. Namun hal ini dilakukan jika pelayanan primer melakukan rujukan.
Untuk itu, diharapkan dalam BPJS 2014 nanti. Pemerintah dapat memperisiapkan layanan primer di puskesmas, maksimal dengan mengkaver sesuai dengan finansial yang dipersiapkan.
"Pelayanan primer menjadi sangat penting untuk pencegahan awal, agar tidak terjadi kebutaan," kata dia.
Klik di sini untuk berita terkait.
(stb)