DPR apresiasi Lemsaneg mundur dari MoU dengan KPU
Senin, 28 Oktober 2013 - 16:48 WIB
DPR apresiasi Lemsaneg mundur dari MoU dengan KPU
A
A
A
Sindonews.com - Anggota Komisi I DPR RI Budiyanto, mengapresiasi langkah Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg) yang bersedia mundur dari rencana kerja sama atau Memorandum of Understanding (MoU) pengamanan data pemilu dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Politikus dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menjelaskan, langkah tersebut tepat, guna menghindari polemik.
“Kita harus apresiasi jiwa besar Lemsaneg yang bersedia mundur dari kerja sama dengan KPU akibat pro kontra yang berkepanjangan,” kata Budiyanto lewat rilisnya kepada Sindonews, Senin (28/10/2013).
Dengan mundurnya Lemsaneg, Budiyanto berharap, KPU dapat memperkuat sistem pengamanan datanya, sehingga data pemilihan umum (pemilu) tidak mudah ditembus oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
“KPU perlu memiliki pertahanan yang andal, untuk pengamanan data suara mulai dari kompilasi, input, sampai pengiriman data,” tandas Budiyanto.
Anggota Fraksi PKS dari Daerah Pemilihan (Dapil) Malang ini mengingatkan, pengiriman data dari kecamatan ke pusat sangat rentan diganggu. Jika manajemen data dengan Information Technology (IT) dari level kecamatan, risikonya terlalu besar. Budiyanto menyarankan, prosesnya dilakukan mulai dari level kabupaten/kota.
Budiyanto berharap, IT KPU untuk Pemilu 2014 lebih baik dan lebih aman dibanding pemilu-pemilu sebelumnya. Sehingga hasil pemilunya terhindar dari isu tak sedap, seperti yang selama ini beredar di masyarakat.
“Saya yakin KPU dapat menjaga kepercayaan masyarakat yang memercayakan pengolahan data suara Pemilu kepada KPU. Wajah Pemilu yang jurdil nanti sangat bergantung pada kinerja KPU,” tandasnya.
Berita terkait:
Mou KPU-Lemsaneg diputuskan ditinjau ulang.
Politikus dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menjelaskan, langkah tersebut tepat, guna menghindari polemik.
“Kita harus apresiasi jiwa besar Lemsaneg yang bersedia mundur dari kerja sama dengan KPU akibat pro kontra yang berkepanjangan,” kata Budiyanto lewat rilisnya kepada Sindonews, Senin (28/10/2013).
Dengan mundurnya Lemsaneg, Budiyanto berharap, KPU dapat memperkuat sistem pengamanan datanya, sehingga data pemilihan umum (pemilu) tidak mudah ditembus oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
“KPU perlu memiliki pertahanan yang andal, untuk pengamanan data suara mulai dari kompilasi, input, sampai pengiriman data,” tandas Budiyanto.
Anggota Fraksi PKS dari Daerah Pemilihan (Dapil) Malang ini mengingatkan, pengiriman data dari kecamatan ke pusat sangat rentan diganggu. Jika manajemen data dengan Information Technology (IT) dari level kecamatan, risikonya terlalu besar. Budiyanto menyarankan, prosesnya dilakukan mulai dari level kabupaten/kota.
Budiyanto berharap, IT KPU untuk Pemilu 2014 lebih baik dan lebih aman dibanding pemilu-pemilu sebelumnya. Sehingga hasil pemilunya terhindar dari isu tak sedap, seperti yang selama ini beredar di masyarakat.
“Saya yakin KPU dapat menjaga kepercayaan masyarakat yang memercayakan pengolahan data suara Pemilu kepada KPU. Wajah Pemilu yang jurdil nanti sangat bergantung pada kinerja KPU,” tandasnya.
Berita terkait:
Mou KPU-Lemsaneg diputuskan ditinjau ulang.
(maf)