SBY pertaruhkan citra di 6 bulan sisa jabatan
Sabtu, 26 Oktober 2013 - 09:07 WIB
SBY pertaruhkan citra di 6 bulan sisa jabatan
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) disarankan lebih berhati-hati dalam menanggapi berbagai isu miring yang diberkaitan dengan dirinya. Pasalnya, jika salah langkah bukan tidak mungkin SBY akan menuai kesan negatif dia akhir masa jabatannya.
Menurut Pengamat Politik Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung Muradi, wajar jika SBY gusar terhadap berita miring karena klaim keberhasilan yang selama ini didengung-dengungan jajaran pemerintahnya.
"Secara politik, kegusaran SBY dapat dipahami, karena pemerintahannya dianggap berhasil dan tidak ingin terinterupsi oleh kesalahan sepele dan tudingan miring," ujarnya ketika dihubungi Sindonews, Sabtu (26/10/2013).
Namun, lanjut dia, secara personifikasi sikap tersebut berlebihan dan tidak substantif. Ada baiknya SBY fokus dalam tugas pemerintahan di sisa masa jabatannya dari pada sibuk menjaga citra diri.
"Ada baiknya SBY lebih fokus untuk mengawal agar pelaksanaan Pemilu 2014 dapat dilaksanakan dengan baik, karena itu investasi politik yang nyata dari pada sekedar berkeluh kesah dan menyangkal tuduhan-tuduhan tersebut. SBY harus belajar dari Megawati pada tahun 2004 yang mana mampu mengawal pilpres secara langsung," tandasnya.
Pengajar Universitas Paramadina ini berpandangan, pencitraan positif akan dituai dengan sendirinya jika SBY fokus dalam menyelesaikan tugasnya dalam beberapa bulan ke depan. Salah satunya fokus dalam mengawal Pemilu 2014 yang tinggal menghitung bulan.
"Dengan mengawal proses pemilu yg jujur dan adil, maka citra SBY makin moncer. Dinamika politik yang selama ini berjalan harus dikawal secara arif apabila SBY ingin mandeg pandito dan menjadi negarawan. Bukan disikapi reaksioner," pungkas Muradi.
Baca berita:
Ini 10 poin SMS SBY
Menurut Pengamat Politik Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung Muradi, wajar jika SBY gusar terhadap berita miring karena klaim keberhasilan yang selama ini didengung-dengungan jajaran pemerintahnya.
"Secara politik, kegusaran SBY dapat dipahami, karena pemerintahannya dianggap berhasil dan tidak ingin terinterupsi oleh kesalahan sepele dan tudingan miring," ujarnya ketika dihubungi Sindonews, Sabtu (26/10/2013).
Namun, lanjut dia, secara personifikasi sikap tersebut berlebihan dan tidak substantif. Ada baiknya SBY fokus dalam tugas pemerintahan di sisa masa jabatannya dari pada sibuk menjaga citra diri.
"Ada baiknya SBY lebih fokus untuk mengawal agar pelaksanaan Pemilu 2014 dapat dilaksanakan dengan baik, karena itu investasi politik yang nyata dari pada sekedar berkeluh kesah dan menyangkal tuduhan-tuduhan tersebut. SBY harus belajar dari Megawati pada tahun 2004 yang mana mampu mengawal pilpres secara langsung," tandasnya.
Pengajar Universitas Paramadina ini berpandangan, pencitraan positif akan dituai dengan sendirinya jika SBY fokus dalam menyelesaikan tugasnya dalam beberapa bulan ke depan. Salah satunya fokus dalam mengawal Pemilu 2014 yang tinggal menghitung bulan.
"Dengan mengawal proses pemilu yg jujur dan adil, maka citra SBY makin moncer. Dinamika politik yang selama ini berjalan harus dikawal secara arif apabila SBY ingin mandeg pandito dan menjadi negarawan. Bukan disikapi reaksioner," pungkas Muradi.
Baca berita:
Ini 10 poin SMS SBY
(kri)