Anas ingatkan SBY hati-hati dari para pembisiknya
Jum'at, 25 Oktober 2013 - 17:05 WIB
Anas ingatkan SBY hati-hati dari para pembisiknya
A
A
A
Sindonews.com - Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI), mengimbau kepada Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), untuk berhati-hati dalam setiap menerima informasi.
Terlebih, dalam menyikapi penyebaran short message service (sms) yang menyebutkan, bahwa Anas Urbaningrum dan I Gede Pasek Suardika telah menyebarkan isu penculikan mantan Ketua Umum Partai Demokrat Subur Budhisantoso, oleh oknum Badan Intelijen Negara (BIN).
"Karena informasinya tidak valid dan salah, jadi respons Pak SBY tidak pas, yang penting adalah beliau perlu hati-hati dengan masukan-masukan informasi dari pembisiknya, atau yang memberikan informasi yang tidak benar," kata Anas usai diskusi di markas PPI dengan tema 'Refleksi Sumpah Pemuda: Memajukan Pergerakan Pemuda Indonesia', Duren Sawit, Jakarta Timur, Jumat (25/10/2013).
Anas mengakui bahwa dirinya telah membaca isi dari sms tersebut, dan yang menjadi sorotan mantan Ketua Umum Partai Demokrat tersebut ada di poin nomor dua. "Karena itulah pangkal dan inti masalahnya," tegas Anas.
Berikut isi sms poin dua yang diduga dari SBY, kepada seluruh petinggi-petinggi Partai Demokrat:
Sekitar 2 jam yg lalu saya mendapatkan laporan dari Ka BIN bahwa berita itu tidak benar. Bohong. Tidak ada yg disebut penculikan itu. Saya mendengar bahwa pernyataan diculiknya Pak Boedisantoso itu dari Anas & Pasek. Selanjutnya BIN akan memberikan pernyataan pers pada malam hari ini. Bahkan atas pencemaran nama baik BIN sebagai lembaga negara, BIN mempertimbangkan utk mengadukan pencemaran nama baik itu ke pihak kepolisian. Saya juga marah terhadap fitnah keji itu, dan saya minta diusut secara tuntas. Jelaskan kpd rakyat apa yg sungguh terjadi. Negara kita negara hukum, bukan negara fitnah.
Baca juga :
Beredar SMS SBY
Pasek terganggu dengan SMS dari SBY
Terlebih, dalam menyikapi penyebaran short message service (sms) yang menyebutkan, bahwa Anas Urbaningrum dan I Gede Pasek Suardika telah menyebarkan isu penculikan mantan Ketua Umum Partai Demokrat Subur Budhisantoso, oleh oknum Badan Intelijen Negara (BIN).
"Karena informasinya tidak valid dan salah, jadi respons Pak SBY tidak pas, yang penting adalah beliau perlu hati-hati dengan masukan-masukan informasi dari pembisiknya, atau yang memberikan informasi yang tidak benar," kata Anas usai diskusi di markas PPI dengan tema 'Refleksi Sumpah Pemuda: Memajukan Pergerakan Pemuda Indonesia', Duren Sawit, Jakarta Timur, Jumat (25/10/2013).
Anas mengakui bahwa dirinya telah membaca isi dari sms tersebut, dan yang menjadi sorotan mantan Ketua Umum Partai Demokrat tersebut ada di poin nomor dua. "Karena itulah pangkal dan inti masalahnya," tegas Anas.
Berikut isi sms poin dua yang diduga dari SBY, kepada seluruh petinggi-petinggi Partai Demokrat:
Sekitar 2 jam yg lalu saya mendapatkan laporan dari Ka BIN bahwa berita itu tidak benar. Bohong. Tidak ada yg disebut penculikan itu. Saya mendengar bahwa pernyataan diculiknya Pak Boedisantoso itu dari Anas & Pasek. Selanjutnya BIN akan memberikan pernyataan pers pada malam hari ini. Bahkan atas pencemaran nama baik BIN sebagai lembaga negara, BIN mempertimbangkan utk mengadukan pencemaran nama baik itu ke pihak kepolisian. Saya juga marah terhadap fitnah keji itu, dan saya minta diusut secara tuntas. Jelaskan kpd rakyat apa yg sungguh terjadi. Negara kita negara hukum, bukan negara fitnah.
Baca juga :
Beredar SMS SBY
Pasek terganggu dengan SMS dari SBY
(stb)