PKS ingatkan KPU tak tunda lagi pengumuman DPT
Kamis, 24 Oktober 2013 - 13:20 WIB
PKS ingatkan KPU tak tunda lagi pengumuman DPT
A
A
A
Sindonews.com - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mewanti-wanti agar Komisi Pemilihan Umum (KPU) tak lagi-lagi menunda pengumuman daftar pemilih tetap (DPT) untuk Pemilu 2014 setelah diberi waktu dua pekan.
"Karena ini adalah pengunduran yang kesekian kalinya, KPU jangan main-main dengan diberikan waktu kemarin, dan KPU harus segera bekerja maksimal, KPU-Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) selesaikan permasalahan ini duduk bareng dengan Mendagri," kata Ketua Fraksi PKS Hidayat Nur Wahid di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (24/10/2013).
Menurutnya, DPT merupakan bagian terpenting dalam Pemilu 2014. Karena itu, mereka meminta agar Husni Kamil Manik cs bisa menghadirkan jumlah pemilih yang mendekati sempurna sesuai ketentuan.
"Katakanlah 11 juta masyarakat yang belum masuk dalam DPT, 11 juta itu setera hampir 10 persen, banyak banget itu, padahal untuk PT (Parliamentary Threshold) yang diperlukan hanya 3,5 persen saja, jadi karenanya keputusan kemarin sudah tepat," terangnya.
Namun, mantan calon Gubernur DKI Jakarta ini pun menilai penundaan pengumuman DPT tak akan mengganggu proses Pemilu 2014.
"Tidak mengganggu, karena proses ini bisa berjalan, dan tidak ada yang terganggu, tapi kita mengingatkan jangan sampai diundurkan lagi, karena dan akan berdampak negatif, yaitu sentimen ketidakpercayaan. Ini kok mundur lagi," pungkasnya.
Baca berita:
KPU akhirnya tunda pengumuman DPT
"Karena ini adalah pengunduran yang kesekian kalinya, KPU jangan main-main dengan diberikan waktu kemarin, dan KPU harus segera bekerja maksimal, KPU-Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) selesaikan permasalahan ini duduk bareng dengan Mendagri," kata Ketua Fraksi PKS Hidayat Nur Wahid di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (24/10/2013).
Menurutnya, DPT merupakan bagian terpenting dalam Pemilu 2014. Karena itu, mereka meminta agar Husni Kamil Manik cs bisa menghadirkan jumlah pemilih yang mendekati sempurna sesuai ketentuan.
"Katakanlah 11 juta masyarakat yang belum masuk dalam DPT, 11 juta itu setera hampir 10 persen, banyak banget itu, padahal untuk PT (Parliamentary Threshold) yang diperlukan hanya 3,5 persen saja, jadi karenanya keputusan kemarin sudah tepat," terangnya.
Namun, mantan calon Gubernur DKI Jakarta ini pun menilai penundaan pengumuman DPT tak akan mengganggu proses Pemilu 2014.
"Tidak mengganggu, karena proses ini bisa berjalan, dan tidak ada yang terganggu, tapi kita mengingatkan jangan sampai diundurkan lagi, karena dan akan berdampak negatif, yaitu sentimen ketidakpercayaan. Ini kok mundur lagi," pungkasnya.
Baca berita:
KPU akhirnya tunda pengumuman DPT
(kri)