Minta bubarkan ormas Anas, Demokrat tak paham demokrasi
Rabu, 23 Oktober 2013 - 15:56 WIB
Minta bubarkan ormas Anas, Demokrat tak paham demokrasi
A
A
A
Sindonews.com - Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) menilai, bahwa pernyataan dari Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat Nurhayati Ali Assegaf, terkait dengan pembubaran Ormas PPI dinilai sangat anti dengan nilai-nilai demokrasi.
"Ketika ada pernyataan dari seorang warga negara, baik dalam kapasitasnya sebagai pribadi maupun karena jabatan yang melekatnya untuk meminta pembubaran ormas seperti PPI, sebenarnya itu bentuk dari pemikiran dan sikap yang anti demokrasi," kata Juru Bicara PPI Ma'mun Murad, dalam konferensi persnya di kawasan Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (23/10/2013).
Ma'mud menegaskan, sebagai kader dari Partai Demokrat, seharusnya Nurhayati sangat paham dengan nilai-nilai demokrasi. Dalam negara demokrasi, menurut Ma'mun tidak ada istilah pembubaran ormas, terlebih Ormas PPI yang dibubarkan.
"Dalam negara demokrasi tidak dikenal pembubaran ormas, tanpa alasan-alasan yang demokratis pula. Ciri negara demokrasi, adalah adanya kebebasan berserikat, kebebasan berorganisasi, kebebasan berbicara," pungkas Ma'mun.
Baca juga PPI nilai Nurhayati di bawah tekanan.
"Ketika ada pernyataan dari seorang warga negara, baik dalam kapasitasnya sebagai pribadi maupun karena jabatan yang melekatnya untuk meminta pembubaran ormas seperti PPI, sebenarnya itu bentuk dari pemikiran dan sikap yang anti demokrasi," kata Juru Bicara PPI Ma'mun Murad, dalam konferensi persnya di kawasan Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (23/10/2013).
Ma'mud menegaskan, sebagai kader dari Partai Demokrat, seharusnya Nurhayati sangat paham dengan nilai-nilai demokrasi. Dalam negara demokrasi, menurut Ma'mun tidak ada istilah pembubaran ormas, terlebih Ormas PPI yang dibubarkan.
"Dalam negara demokrasi tidak dikenal pembubaran ormas, tanpa alasan-alasan yang demokratis pula. Ciri negara demokrasi, adalah adanya kebebasan berserikat, kebebasan berorganisasi, kebebasan berbicara," pungkas Ma'mun.
Baca juga PPI nilai Nurhayati di bawah tekanan.
(stb)