KPK diminta kejar kesaksian LHI soal Bunda Putri
Selasa, 15 Oktober 2013 - 07:21 WIB
KPK diminta kejar kesaksian LHI soal Bunda Putri
A
A
A
Sindonews.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dituntut harus berani, mengungkap dan mengejar keterangan mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaaq, soal Bunda Putri yang disebutnya dekat dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Menurut Wakil Ketua Indonesia Human Right for Social Justice (IHCS) Ridwan Darmawan, mengenai kasus Bunda Putri, KPK harus cepat menggali informasi di persidangan.
Pasalnya, ia khawatir tuduhan tersebut melemah jika tak di dalami oleh lembaga anti korupsi itu secara serius.
"KPK juga harus mengejar keterangan LHI di persidangan, kaitannya dengan SBY. Karena LHI menyebutkannya di dalam persidangan," ujar Ridwan kepada Sindonews, Jakarta, Senin (14/10/2013).
Dikatakan Ridwan, respon berlebihan yang disampaikan SBY justru menambah tanda tanya di masyarakat terkait dugaan tersebut.
Sebab, kata dia, pidato bernada emosi bisa dimaknai sebagai sesuatu yang benar. Menurutnya, lebih baik SBY berani untuk dikonfrontir dengan Luthfi Hasan Ishaaq untuk membuktikan hal itu.
"Semua menganut asas praduga tak bersalah. Tapi, respons berlebihan SBY mendengar tudingan LHI justru memunculkan pertanyaan dibenak kita, bahwa sepertinya memang ada apa antara SBY dan Bunda Puteri," paparnya.
Sementara itu, Ridwan menduga, sejak awal proses penangkapan LHI murni kepentingan politik kedua partai PKS dan Demokrat.
Bahkan, Ridwan mengistilahkan hal tersebut seperti perang antara kerbau vs sapi, yang bertujuan untuk saling menjatuhkan jelang Pemilu 2014 mendatang.
"Ini sama kayak perang kerbau versus sapi. Semua saling sandera dan serang," ucapnya.
Namun, terlepas itu, kata dia, kedua partai yang menjalin koalisi tersebut memang tersandera kasus korupsi. Sehingga, cara yang dilakukan keduanya adalah saling menjegal satu sama lain.
"Meski fakta hukumnya haruslah dipandang, bahwa itu memang terjadi sebagai tindak pidana Korupsi. Tetapi aroma politis dari kasus ini memanglah tetap terasa menyengat," imbuhnya.
Klik di sini untuk berita terkait.
Menurut Wakil Ketua Indonesia Human Right for Social Justice (IHCS) Ridwan Darmawan, mengenai kasus Bunda Putri, KPK harus cepat menggali informasi di persidangan.
Pasalnya, ia khawatir tuduhan tersebut melemah jika tak di dalami oleh lembaga anti korupsi itu secara serius.
"KPK juga harus mengejar keterangan LHI di persidangan, kaitannya dengan SBY. Karena LHI menyebutkannya di dalam persidangan," ujar Ridwan kepada Sindonews, Jakarta, Senin (14/10/2013).
Dikatakan Ridwan, respon berlebihan yang disampaikan SBY justru menambah tanda tanya di masyarakat terkait dugaan tersebut.
Sebab, kata dia, pidato bernada emosi bisa dimaknai sebagai sesuatu yang benar. Menurutnya, lebih baik SBY berani untuk dikonfrontir dengan Luthfi Hasan Ishaaq untuk membuktikan hal itu.
"Semua menganut asas praduga tak bersalah. Tapi, respons berlebihan SBY mendengar tudingan LHI justru memunculkan pertanyaan dibenak kita, bahwa sepertinya memang ada apa antara SBY dan Bunda Puteri," paparnya.
Sementara itu, Ridwan menduga, sejak awal proses penangkapan LHI murni kepentingan politik kedua partai PKS dan Demokrat.
Bahkan, Ridwan mengistilahkan hal tersebut seperti perang antara kerbau vs sapi, yang bertujuan untuk saling menjatuhkan jelang Pemilu 2014 mendatang.
"Ini sama kayak perang kerbau versus sapi. Semua saling sandera dan serang," ucapnya.
Namun, terlepas itu, kata dia, kedua partai yang menjalin koalisi tersebut memang tersandera kasus korupsi. Sehingga, cara yang dilakukan keduanya adalah saling menjegal satu sama lain.
"Meski fakta hukumnya haruslah dipandang, bahwa itu memang terjadi sebagai tindak pidana Korupsi. Tetapi aroma politis dari kasus ini memanglah tetap terasa menyengat," imbuhnya.
Klik di sini untuk berita terkait.
(stb)