Politik uang terjadi karena parpol miskin kader
Sabtu, 12 Oktober 2013 - 12:24 WIB
Politik uang terjadi karena parpol miskin kader
A
A
A
Sindonews.com - Pengamat politik Noviantika Nasution mengatakan banyaknya politik transaksional dalam pemilukada karena partai tidak menyiapkan kader. Sehingga yang terjadi adalah banyaknya kepala daerah yang berasal dari luar parpol.
"Partai dibeli untuk dijadikan kendaraan dalam pemilukada," ungkapnya.
Dia juga menilai bahwa politik uang konsekuensi logis dari sistem pemilukada yang dipilih. Dalam hal Ini pemilukada langsung memberikan ekses mahalnya biaya politik.
"Rakyat juga terlibat korupsi. Ketika pemilukada sudah pintar tawar-menawar untuk menjual suara. Ini akibat sistem ini yang menjadikan masyarakat menjadi transaksional," katanya.
Sehingga menurut dia, akan lebih baik jika pemilukada dilakukan oleh DPR. Meskipun jika melalui DPRD tidak ada jaminan. Namun ini akan meminimalisir. "Korupsi akan terjadi di DPRD," ungkapnya.
Baca juga berita Ragam politik uang.
"Partai dibeli untuk dijadikan kendaraan dalam pemilukada," ungkapnya.
Dia juga menilai bahwa politik uang konsekuensi logis dari sistem pemilukada yang dipilih. Dalam hal Ini pemilukada langsung memberikan ekses mahalnya biaya politik.
"Rakyat juga terlibat korupsi. Ketika pemilukada sudah pintar tawar-menawar untuk menjual suara. Ini akibat sistem ini yang menjadikan masyarakat menjadi transaksional," katanya.
Sehingga menurut dia, akan lebih baik jika pemilukada dilakukan oleh DPR. Meskipun jika melalui DPRD tidak ada jaminan. Namun ini akan meminimalisir. "Korupsi akan terjadi di DPRD," ungkapnya.
Baca juga berita Ragam politik uang.
(lal)