Pilkada tak berbiaya tinggi, negara perlu biayai parpol

Sabtu, 12 Oktober 2013 - 11:35 WIB
Pilkada tak berbiaya...
Pilkada tak berbiaya tinggi, negara perlu biayai parpol
A A A
Sindonews.com - Salah satu solusi untuk menekan tingginya biaya politik dalam pemilukada dengan negara memberikan anggaran untuk pembiayaan partai. Hal ini dilakukan agar partai politik dapat fokus melakukan kaderisasi yang baik dan tidak fokus mencari dana-dana yang menyebabkan biaya politik mahal.

Mantan Menteri Koordinator Perekonomian Rizal Ramli mengatakan, perlu dilakukan perubahan sistem pembiayaan partai untuk menekan biaya politik yang tinggi. Dalam hal ini negara dapat memberikan anggaran untuk pembiayaan partai.

"Tidak boleh partai mencari uang dengan memanfaatkan kekuasaan. Setiap tahun Rp60 triliun dicuri pada saat pembahasan DPR-pemerintah," katanya dalam forum dialog DPD RI Menyapa dengan tema "Bisakah Memutus Politik Uang Dalam Pemilukada", di DPD, Jumat, 11 Oktober 2013.

Rizal mengatakan dengan dibiayai negara, partai tidak akan mencoba mencari sumber-sumber dana dalam ranah kekuasaan. Sehingga partai dapat menghasilkan kader-kader yang baik dan dapat dicalonkan dalam pemilukada. Dalam hal ini partai tidak lagi hanya kendaraan partai yang dibeli untuk pemilukada.

"Sehingga fokus pada kaderisasi. Dan ini dapat diaudit. Jika kadernya ada yang korup maka partainya di bubarkan," katanya.

Rizal mengaku optimis bahwa perubahan sistem dapat memutus politik uang yang marak dalam pemilukada. Menurut dia, hal ini harus segera diperbaiki sehingga fokus bangsa ini tidak lagi hanya berputar pada masalah ini tetapi juga berpikir untuk kemajuan bangsa.

"Ini demokrasi kriminal. Sebagian besar pelakunya ini kriminal. Hari ini elite kita ini banyak yang ke gereja, pura, masjid, pada dasarnya jahiliyah. Waktunya kita bangkit. Supaya ada kemajuan pada bangsa ini," ungkapnya.

Dia mengatakan pemilu yang curang atau ada politik uang akan menghasilkan pemimpin yang tidak amanah, korup dan belum tentu kompeten. Menurut dia penting sekali merubah hal ini.

"Money politic perlu dikurangi. Sehingga lembaga peradilan mengurusi ini terus. Sehingga bangsa ini tidak akan maju. Pilkada harus jujur, adil, dan tidak ada money politc," ungkapnya.

Baca juga berita Ragam politik uang.
(lal)
Berita Terkait
Pemerintah Belum Tuntaskan...
Pemerintah Belum Tuntaskan Hak 2.747 Penyelenggara Pemilu 2014
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Bayar Uang Penghargaan Penyelenggara Pemilu 2014
Kebocoran Data Pemilih...
Kebocoran Data Pemilih Pemilu 2014, Ini Kata KPU DIY
Capaian Partai Gerindra...
Capaian Partai Gerindra di Pemilu 2009, 2014, dan 2019
Peretas Diduga Bobol...
Peretas Diduga Bobol Data Pemilih Pemilu 2014 Melalui KPU
Data Pemilih Pemilu...
Data Pemilih Pemilu 2014 Diduga Dibobol, Termasuk DPT Bantul
Berita Terkini
Kasus Korupsi MBG Jadi...
Kasus Korupsi MBG Jadi Alarm Integritas Yayasan, PFI Dorong Audit dan Pengawasan Ketat
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Penahanan Sudewo Dipindah...
Penahanan Sudewo Dipindah ke Semarang Jelang Sidang Perdana Kasusnya
Mensos Gus Ipul Tegaskan...
Mensos Gus Ipul Tegaskan Tak Ada Zona Aman untuk Korupsi di Kemensos
Alasan Natalius Pigai...
Alasan Natalius Pigai Usul Jabatan Utama Polri Bisa Diisi Sipil
Silmy Karim Cs Ditahan...
Silmy Karim Cs Ditahan KPK, DPR Bakal Minta Penjelasan Kemenimipas
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved