Elite bangsa dinilai tak pintar jaga kekayaan alam
Kamis, 10 Oktober 2013 - 03:59 WIB
Elite bangsa dinilai tak pintar jaga kekayaan alam
A
A
A
Sindonews.com - Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Prabowo Subianto menyayangkan, kekayaan alam Indonesia justru banyak digerus bangsa lain.
Hal itu disampaikannya menyusul dukungan dirinya terhadap pembangunan bank tani dan nelayan untuk dua profesi tersebut.
"Kita harus mampu mengolah kekayaan alam sendiri. Kita harus jadi tuan di rumah sendiri. Elite
bangsa ini tidak pintar menjaga kekayaan kita. Bahkan banyak pemimpin yang mudah disogok dan dibeli dengan uang," kata Probowo melalui siaran pers yang diterima Sindonews, Rabu 9 Oktober 2013.
"Kami mendukung HKTI untuk merintis bank tani dan nelayan untuk menyediakan kredit murah bagi petani dan nelayan," sambungnya.
Menurutnya, pendirian bank tani dan nelayan itu cukup penting, karena dilatarbelakangi oleh kesulitan yang dialami oleh petani dan nelayan untuk mendapatkan kredit. “Kita adalah Negara yang sangat kaya, namun ironisnya masih banyak rakyat yang terjerat dalam hutang rentenir yang memiskinkan,” kata Prabowo.
Lanjut dia, kehadiran bank tani dan nelayan amat diperlukan untuk mendukung pembiayaan budidaya pertanian dan perikanan. "Jika kelak bank tani ini berdiri, saya siap menjadi salah satu nasabah dan memberikan modal pertama," tuntasnya.
Hal itu disampaikannya menyusul dukungan dirinya terhadap pembangunan bank tani dan nelayan untuk dua profesi tersebut.
"Kita harus mampu mengolah kekayaan alam sendiri. Kita harus jadi tuan di rumah sendiri. Elite
bangsa ini tidak pintar menjaga kekayaan kita. Bahkan banyak pemimpin yang mudah disogok dan dibeli dengan uang," kata Probowo melalui siaran pers yang diterima Sindonews, Rabu 9 Oktober 2013.
"Kami mendukung HKTI untuk merintis bank tani dan nelayan untuk menyediakan kredit murah bagi petani dan nelayan," sambungnya.
Menurutnya, pendirian bank tani dan nelayan itu cukup penting, karena dilatarbelakangi oleh kesulitan yang dialami oleh petani dan nelayan untuk mendapatkan kredit. “Kita adalah Negara yang sangat kaya, namun ironisnya masih banyak rakyat yang terjerat dalam hutang rentenir yang memiskinkan,” kata Prabowo.
Lanjut dia, kehadiran bank tani dan nelayan amat diperlukan untuk mendukung pembiayaan budidaya pertanian dan perikanan. "Jika kelak bank tani ini berdiri, saya siap menjadi salah satu nasabah dan memberikan modal pertama," tuntasnya.
(maf)