Mega prihatin dengan kasus HIV/AIDS di Indonesia

Rabu, 09 Oktober 2013 - 13:44 WIB
Mega prihatin dengan...
Mega prihatin dengan kasus HIV/AIDS di Indonesia
A A A
Sindonews.com - Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri mengaku miris, melihat ketimpangan sosial ekonomi antara Jakarta dan Papua, begitupun juga dengan masalah kesehatan.

"Saya berkeliling sampai ke kampung-kampung. Kehidupan saya, saya hidup di dua dunia. Kemilau Jakarta saya lihat luar biasa, ketika ke Papua saya juga wah keadaannya begitu luar biasa," kata Mega dalam Diskusi Perempuan dan Peradaban Indonesia di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Rabu (09/10/2013).

"Lihat realita, lalu apa yang harus kita kerjakan. Saya diminta oleh pastur di Merauke untuk datang ke sana. Lalu pastur itu menunjukan diberi nama tempat singgah, banyak perempuan dari mereka yang dibuang keluarganya, karena terkena HIV/AIDS (Human immunodeficiency virus infection/acquired immunodeficiency syndrome)," imbuhnya.

Mega mengungkapkan, persoalan HIV/AIDS di Indonesia seperti fenomena gunung es yang terpendam. Seperti sebuah kasus yang dialami ibu rumah tangga di Papua yang tertular HIV/AIDS dengan kondisi kini yang menyedihkan.

"Ada seorang ibu rumah tangga biasa, tapi sudah mau bunuh diri dua kali. Ketika periksa darah, dia dan bayi kandungannya terkena HIV/AIDS. Dia merasa tak berbuat sesuatu hal yang jelek," ucapnya.

"Ini berarti (penyakit HIV/AIDS) datang dari suaminya. Saya hanya mengangkat keadaan. Berarti kan suaminya yang membawa. Saya begitu sedih dan khawatir. Lalu mengapa mau bunuh diri, ia tak tahan ketika tetangganya dan keluarganya mencemooh dan melecehkannya," tuturnya.

Saat kasus tersebut terjadi di Indonesia, ia mengaku ingin menggugah seluruh pihak, bahwa ini sudah menjadi persoalan bangsa. "Please jangan berpikir, kita dari keluarga baik-baik enggak mungkin begitu (kena HIV/AIDS)," tegasnya.

"Saya melihat anak-anak yang menusuk dirinya untuk pakai narkoba, ini bukan persoalan orang per orang, ini persoalan bangsa. Ini kejadian yang bisa terjadi di mana saja. Dan ini penyakit belum ada obatnya," tutupnya.
(maf)
Berita Terkait
Saleh Husin: Kerukunan...
Saleh Husin: Kerukunan Warga Dapat dan Olahraga juga Dapat
Buka Cabang di GDC,...
Buka Cabang di GDC, Satu Dental Ingin Kesehatan Gigi Masyarakat Terjaga
Kondisi Kesehatan Dinilai...
Kondisi Kesehatan Dinilai Sangat Mempengaruhi Kualitas Fokus Otak
Fenomena Bocah Disunat...
Fenomena Bocah Disunat Jin, Begini Penjelasan Ketua IDI Tangsel
Menjaga Kesehatan Masyarakat...
Menjaga Kesehatan Masyarakat Indonesia
Pentingnya Upaya Peningkatan...
Pentingnya Upaya Peningkatan Kualitas Kesehatan Masyarakat
Berita Terkini
Pakar Bedah Kasus Dugaan...
Pakar Bedah Kasus Dugaan Pidana Jabatan Mantan Jampidsus
Roy Suryo: Praperadilan...
Roy Suryo: Praperadilan Jilid 3 Bukan untuk Cari Duit
Perang Iran Menjadi...
Perang Iran Menjadi Warisan Buruk Kebijakan Luar Negeri Amerika Serikat
MUI Soroti Penangkapan...
MUI Soroti Penangkapan Ulama Palestina Sheikh Abdul Karim Raed Miqdad, Pertanyakan Verifikasi Tuduhan Terorisme
Prabowo Tunjuk Asep...
Prabowo Tunjuk Asep Nana Mulyana Jadi Wakil Jaksa Agung, Kuntadi Jabat Jampidsus
Dilantik Prabowo Jadi...
Dilantik Prabowo Jadi Kepala BGN, Sudaryono Lepas Jabatan Wamentan
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved