9.500 Puskesmas di Indonesia belum terakreditasi

Rabu, 09 Oktober 2013 - 01:30 WIB
9.500 Puskesmas di Indonesia...
9.500 Puskesmas di Indonesia belum terakreditasi
A A A
Sindonews.com - Sebanyak 9.500 puskesmas di Indonesia belum terakreditasi. Pemerintah segera akan menetapkan standar nasional, guna meningkatkan pelayanan primer di puskesmas menjelang Badan Penyelenggaraan Jaminan Nasional (BPJS) 2014 mendatang.

Dirjen Bina Upaya Kesehatan (BUK) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Akmal Taher mengatakan, akreditasi merupakan cara ketetapan yang dibuat pemerintah dalam hal ini Kemenkes, guna menciptakan pemerataan standar layanan secara nasional.

Selanjutnya, akreditasi ini akan dimulai pada 2014 mendatang pada proses sosialisasi dan bertahap. “Paling cepat tahun depan. Tidak mungkin dilakukan menjelang BPJS, pastinya tidak sekarang,” tandasnya saat ditemui di DPR, Selasa (8/10/2013).

Menurut Akmal, proses akreditasi tidak berbeda jauh dengan akreditasi kepada rumah sakit. Saat ini, lanjut dia, beberapa daerah sudah mempunyai puskesmas yang sudah terakreditasi dengan standarisasi lokal, yang ditetapkan tetapi jumlahnya tidak banyak.

Namun, terdapat juga puskesmas yang tidak memenuhi standar. Dengan kata lain, terdapat juga puskesmas yang di bawah standar baik kepada pelayanan, fasilitas dan SDM.

Untuk itu, diharapkan, dengan adanya akreditasi secara nasional, puskesmas di Indonesia mempunyai kesamaan dalam segala hal. Hal ini baik untuk memberikan pelayanan primer maksimal kepada masyarakat.

“Saya tidak berani menyebutkan di mana dan berapa jumlahnya puskesmas yang dibawah standar. Tetapi bukan berarti puskesmas yang tanpa akreditasi, tidak mampu memberikan pelayanan maksimal dalam BPJS nanti,” papar dia.

Berkaitan dengan pelayanan primer di puskesmas, dia menerangkan, terdapat 150 kompetensi penyakit yang sesungguhnya dapat diselesaikan dilayanan primer tanpa perlu dirujuk ke rumah sakit.

Penyakit-penyakit tersebut sesungguhnya sudah diajarkan di Fakultas Kedokteran di Indonesia.

“Karena sudah diajarkan, kami buatkan pedoman pelayananya untuk dipraktikan. Sehingga dokter yang berada di layanan primer tahu, apakah penyakit tersebut perlu di rujuk atau tidak,” tegasnya.

Klik di sini untuk berita terkait.
(stb)
Berita Terkait
Saleh Husin: Kerukunan...
Saleh Husin: Kerukunan Warga Dapat dan Olahraga juga Dapat
Buka Cabang di GDC,...
Buka Cabang di GDC, Satu Dental Ingin Kesehatan Gigi Masyarakat Terjaga
Fenomena Bocah Disunat...
Fenomena Bocah Disunat Jin, Begini Penjelasan Ketua IDI Tangsel
Kondisi Kesehatan Dinilai...
Kondisi Kesehatan Dinilai Sangat Mempengaruhi Kualitas Fokus Otak
Menjaga Kesehatan Masyarakat...
Menjaga Kesehatan Masyarakat Indonesia
Derita Kanker Stadium...
Derita Kanker Stadium 3, Bocah 7 Tahun Warga Tangsel Ini Butuh Biaya
Berita Terkini
Bacakan Duplik, Polda...
Bacakan Duplik, Polda Metro Jaya dan Kejaksaan Tetap Minta Praperadilan Roy Suryo Ditolak
KPK Diminta Supervisi...
KPK Diminta Supervisi Kasus Dugaan Korupsi Mantan Jampidsus demi Integritas Penegakan Hukum
Terima Bantuan Ambulans...
Terima Bantuan Ambulans dari Korpri, Tito: Sangat Berarti bagi Masyarakat Terdampak Bencana Sumatera
Menembus Batas Geografis,...
Menembus Batas Geografis, Layanan VIOLA Menjadi Jembatan Asa JKN di Ujung Negeri
Mendagri Minta Pemda...
Mendagri Minta Pemda Perkuat Pengendalian Inflasi agar Tetap di Bawah Target Pemerintah
Febrie Adriansyah Tersangka...
Febrie Adriansyah Tersangka Korupsi, Kejagung Bentuk Tim Penyidik Khusus
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved