Minim koordinasi, zonasi alat peraga berantakan

Rabu, 02 Oktober 2013 - 21:47 WIB
Minim koordinasi, zonasi...
Minim koordinasi, zonasi alat peraga berantakan
A A A
Sindonews.com - Lantaran kurang koordinasi, pelaksanaan zonasi alat peraga belum maksimal. Hal itu diungkapkan Deputi Koordinator Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) Masykurudin Hafidz.

Menurutnya, koordinasi Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) kabupaten/kota dengan pemerintah daerah kurang. Sehingga masih ditemukan banyak alat peraga yang dipasang secara sembarangan.

Dia mengatakan, berdasarkan apa yang ditemukan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), masih banyak KPU di daerah belum berkoordinasi dengan Pemda untuk menentukan zona bagi alat peraga kampanye.

Padahal sudah lewat dari tanggal ditentukannya pemberlakuan zonasi alat peraga. "Misalnya di NTB, Sulut, Lampung dan Sumbar. Padahal sekarang sudah lewat dari tanggal yang ditentukan," katanya saat dihubungi KORAN SINDO di Jakarta, Rabu (2/10/2013).

Menurut dia, KPU tidak mampu memperkirakan bahwa melakukan koordinasi dalam penentuan zona dengan pemda itu bukan perkara mudah. Apalagi penentuan zonasi alat peraga ada di setiap kelurahan.

"Koordinasi KPU pusat ke KPU daerah untuk memastikan penentuan zona alat peraga belum pernah kami dengar," katanya.

Jika tidak segera, KPU akan kembali dituding hanya membuat peraturan tanpa memiliki kemampuan dalam pelaksanaannya di lapangan. Kelemahan koordinasi kunci dari kepatuhan partai politik (parpol) dan calon, untuk tertib mematuhi aturan dan membuka partisipasi publik untuk melakukan pemantauan.

Dia menilai keterlambatan ini sudah pasti menjadikan parpol dan calon bebas menempatkan alat peraga kampanye dimana saja. Menurut dia, semakin lama KPU dan pemda terlambat menentukan zona, semakin tidak teraturlah alat peraga kampanye.

"Bahkan akan semakin sembarangan alat peraga tersebut ditempatkan. Tidak jarang alat peraga tersebut merusak lingkungan dan mengotori ruang publik," ungkapnya.

Klik di sini untuk berita zonasi alat peraga.
(stb)
Berita Terkait
Pemerintah Belum Tuntaskan...
Pemerintah Belum Tuntaskan Hak 2.747 Penyelenggara Pemilu 2014
Kebocoran Data Pemilih...
Kebocoran Data Pemilih Pemilu 2014, Ini Kata KPU DIY
Capaian Partai Gerindra...
Capaian Partai Gerindra di Pemilu 2009, 2014, dan 2019
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Bayar Uang Penghargaan Penyelenggara Pemilu 2014
Peretas Diduga Bobol...
Peretas Diduga Bobol Data Pemilih Pemilu 2014 Melalui KPU
Data Pemilih Pemilu...
Data Pemilih Pemilu 2014 Diduga Dibobol, Termasuk DPT Bantul
Berita Terkini
Penjelasan Menteri PU...
Penjelasan Menteri PU Dody Hanggodo tentang Isu Tak Mau Salaman dengan Bawahan dan Pakai Private Jet
Kuntadi Jadi Jampidsus,...
Kuntadi Jadi Jampidsus, Yusril: Tugas Pokoknya Selesaikan Kasus Febrie Adriansyah
Celoteh Hotman Paris,...
Celoteh Hotman Paris, Pakar: Penghinaan Wartawan Bisa Diproses Hukum
Jaksa Agung Mutasi 8...
Jaksa Agung Mutasi 8 Kepala Kejaksaan Tinggi, Ada Kajati Aceh hingga Sulsel
Ditjen Imigrasi Siapkan...
Ditjen Imigrasi Siapkan Satu Jenis Paspor Nasional, Nomor Tak Berubah Seumur Hidup
Koalisi Sipil Tolak...
Koalisi Sipil Tolak Pelibatan Babinsa dalam Pengawasan Pajak, Dinilai Ancam Supremasi Sipil
Infografis
Gerak Relawan Capres...
Gerak Relawan Capres Kian Marak, Sukarela Atau Alat Politik?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved