Kepala Basarnas: Saya bukan tentara bayaran

Senin, 30 September 2013 - 14:36 WIB
Kepala Basarnas: Saya...
Kepala Basarnas: Saya bukan tentara bayaran
A A A
Sindonews.com - Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Mayjen Marinir Alfan Baharudin menyatakan siap mundur dari jabatannya, jika terbukti menerima uang dari Militer Australia dalam kasus penyelamatan kapal karam di perairan Cianjur, Jawa Barat.

"Akan saya pertaruhkan jabatan saya, silakan anda buktikan, saya bukan tentara bayaran, saya seorang perwira marinir," ujar Alfan saat konferensi pers di kantornya, Kemayoran, Jakarta, Senin (30/9/2013).

Pernyataan tersebut dilontarkan Alfan, menanggapi tudingan Guru Besar Hukum Internasional Fakultas Hukum Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana, yang menyatakan Basarnas 'menjual diri' untuk masalah yang dihadapi Australia atau diduga menerima uang dari pemerintah Australia.

Alfan Baharudin pun mengaku siap mempertaruhkan jabatannya, jika tudingan Hikmahanto itu benar adanya. Dia pun berencana akan menuntut Hikmahanto ke kepolisian.

"Saya sudah perintahkan kepada biro hukum kita selesaikan pernyataan Hikmahanto agar dia tahu persoalan tersebut sangat serius dan tidak bisa diselesaikan. Kalau tidak ada bukti, jangan ada pernyataan," katanya.

Diberitakan sebelumnya, Guru Besar Hukum Internasional Fakultas Hukum Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana mengatakan, Basarnas menjual diri untuk masalah yang dihadapi Australia.

Menurut Hikmahanto, alangkah tidak tepatnya Basarnas bersedia menerima para pencari suaka dan pengungsi dari Militer Australia dengan alasan pihak Australia berada di wilayah Indonesia. Hal ini merupakan bentuk kelemahan bukan keramahan.

Baca juga berita Kapal imigran gelap karam, 21 penumpang tewas.
(lal)
Berita Terkait
Kemhan Serahkan 769...
Kemhan Serahkan 769 Unit Alat Pertahanan & Keamanan ke TNI, Tambah Kekuatan Militer Indonesia
Gubernur Lemhannas:...
Gubernur Lemhannas: Transformasi Militer Tak Cukup sampai 2045
Kemitraan Pertahanan...
Kemitraan Pertahanan Baru Mesir-Turki Bisa Geser Keseimbangan Kekuatan Regional
Pakar Sebut Indonesia...
Pakar Sebut Indonesia Butuh Bangun Daya Tangkal Asimetris Hadapi Persaingan Global
Ada Sekitar 5 Juta ASN,...
Ada Sekitar 5 Juta ASN, Kabacadnas: Potensi Kekuatan Pertahanan Terbesar Indonesia
Anggaran Militer Arab...
Anggaran Militer Arab Saudi 2 Tahun Terakhir, Rp652 Triliun untuk 2022
Berita Terkini
Perang Iran 20266: Ketika...
Perang Iran 20266: Ketika Diplomasi Berbicara dengan Bahasa Rudal
Prabowo akan Menerima...
Prabowo akan Menerima Surat Kepercayaan dari 17 Dubes pada 8 Juni 2026
Said Iqbal soal Sinyal...
Said Iqbal soal Sinyal Masuk Kabinet Prabowo: Kita Tunggu Pengumuman Resmi
3 Pati dan Pamen Dimutasi...
3 Pati dan Pamen Dimutasi Kapolri ke Kortastipidkor, Ada Irjen hingga Kombes Pol
7 Terdakwa Kasus Suap...
7 Terdakwa Kasus Suap Sertifikasi K3 Kemnaker Dihukum 4 hingga 6,5 Tahun Penjara
Survei Poltracking:...
Survei Poltracking: 42,4% Publik Setuju MK Hapus Presidential Threshold
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved