LSM tak perlu takut dengan alat intelijen TNI

Rabu, 25 September 2013 - 21:40 WIB
LSM tak perlu takut...
LSM tak perlu takut dengan alat intelijen TNI
A A A
Sindonews.com - Kementerian Pertahanan (Kemenhan) mengimbau masyarakat, terutama Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) dan The Indonesian Human Rights Monitor (Imparsial), agar tak perlu takut dengan peralatan intelijen TNI yang dibeli dari perusahaan asal Inggris, Gamma TSE Ltd.

Hal itu dikatakan Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemenhan, Brigjen TNI Sisriadi. Menurutnya,
peralatan intelijen tersebut bukanlah untuk penyadapan, melainkan alat anti sadap.

"Saya kira kalau rakyat Indonesia atau seluruh Indonesia tidak usah takut, karena ini kan melindungi rakyat. Jadi kalau rakyat takut dari bagian mana? wong kita lindungi, kok malah takut," kata Brigjen TNI Sisriadi di Kantor Kemenhan, Jakarta Pusat, Rabu (25/9/2013).

Oleh karena itu, dia menyarankan kepada pihak LSM yang bergerak di bidang hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) itu, tidak perlu merasa seperti pohon karet.

Hal itu dikatakannya, menanggapi opini yang ditulis oleh seorang aktivis di situs KontraS belum lama ini. Dalam tulisan tersebut, KontraS menganggap, peralatan intelijen yang dibeli dari Inggris itu berfungsi untuk menyadap.

"Setelah ditelusuri, ternyata yang nulis Adrian Budi Santoso dari situsnya KontraS. Dia bilang berarti ini alat sadap," ucapnya.

Dia pun mengaku sudah mengetahui rekam jejak KontraS dan Imparsial, yang notabenenya memperoleh dana dari pihak asing. "Ya kita tahulah KontraS, Imparsial nasionalismenya bagaimana," imbuhnya.

Lebih lanjut dia menuturkan, pengadaan peralatan intelijen bertujuan agar proses pertukaran informasi antara Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI dengan kantor-kantor Atase Pertahanan RI yang tersebar diseluruh dunia dapat berlangsung dengan aman dan kedap dari gangguan.

"Peralatan tersebut sangat diperlukan untuk menjamin bahwa pengiriman data atau informasi strategis tidak terganggu atau tersadap oleh pihak yang tidak bertanggung jawab," ujarnya.

Dia menuturkan, pengadaan peralatan intelijen itu adalah bagian dari proses modernisasi alutsista TNI yang dimaksudkan untuk mengoptimalkan pencapaian tugas pokok dan fungsi TNI sesuai amanat Undang-Undang (UU) Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara dan UU Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI.

Kementerian Pertahanan (Kemenhan) telah membeli peralatan intelijen antisadap dari perusahaan asal Inggris, Gamma TSE Ltd.
(maf)
Berita Terkait
18 Kolonel AD Pecah...
18 Kolonel AD Pecah Bintang usai Promosi Jabatan di Februari 2026
Profil Wakil Panglima...
Profil Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita, Teman Seangkatan Jenderal Agus Subiyanto
Daftar 21 Pangdam se-Indonesia...
Daftar 21 Pangdam se-Indonesia usai Mutasi TNI Oktober 2025
Tokoh yang Pernah Terima...
Tokoh yang Pernah Terima Pangkat Jenderal TNI (HOR)
Daftar Jenderal Baru...
Daftar Jenderal Baru TNI AD, AL, dan AU pada Juli 2023
Profil Mayor Teddy,...
Profil Mayor Teddy, Ajudan Prabowo yang Viral di Medsos
Berita Terkini
PTPN III Gandeng KPK...
PTPN III Gandeng KPK Bangun Integritas dan Cegah Korupsi
Canda Prabowo ke HIPMI:...
Canda Prabowo ke HIPMI: Pengusaha Indonesia Banyak Dosanya
Hakim Ingatkan Tersangka...
Hakim Ingatkan Tersangka Bea Cukai Tak Berdusta: Di Akhirat Nanti Masuk Neraka
Hanura Bantah Punya...
Hanura Bantah Punya Yayasan Pengelola MBG, Sebut Narasi yang Beredar Hoaks
Kejagung Pelajari Bukti...
Kejagung Pelajari Bukti Terkait Pengajuan Justice Collaborator Eks Waka BGN Sony Sonjaya
Sidang PLK di PTUN,...
Sidang PLK di PTUN, Ahli Tegaskan Pencabutan Badan Hukum oleh Kemenkum Sudah Tepat
Infografis
Intelijen: Ukraina Akan...
Intelijen: Ukraina Akan Lenyap jika Tak Setuju Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved