Ini alasan mengapa Sukhoi dikirim tak disertai persenjataan

Rabu, 25 September 2013 - 18:28 WIB
Ini alasan mengapa Sukhoi...
Ini alasan mengapa Sukhoi dikirim tak disertai persenjataan
A A A
Sindonews.com - Kementerian Pertahanan (Kemhan) menegaskan bahwa enam unit pesawat Sukhoi SU-27 SKM dan SU-30 MK2 yang dibeli dari Rusia dan sudah tiba di tanah air belum lama ini. Hanya saja, proses pengiriman pesawat itu tidak secara sekaligus dengan alat persenjataan atau amunisinya.

Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pertahanan (Kemhan), Brigjen TNI Sisriadi membantah bahwa sejumlah pesawat tempur Sukhoi buatan Rusia itu dibeli tanpa dilengkapi alat persenjataan.

"Ada (Alat persenjataannya). Jadi begini, itu kan proses kontrak itu kan untuk pembelian sekian jumlahnya. Mungkin ini belum (Tiba). Artinya nanti, ini kapan datangnya, jadi tidak sekali paket," ujar Sisriadi di Kantor Kemhan, Jakarta Pusat, Rabu (25/9/2013).

Sebab, kata dia, biaya pengirimannya mahal jika pesawat diangkut beserta alat persenjataannya. Karena, pertimbangan resiko yang besar maka persenjatannya dikirim secara terpisah.

"Karena pengangkutannya kan susah juga. Pengangkutan barang-barang yang khusus itu agak susah. Contohlah ya. Saya beli tank, itu amunisinya kan terpisah membawanya. Karena, amunisi disatukan tank kan bayar kapalnya mahal. Karena, amunisi satu kotak ini, biaya kapalnya sama dengan bawa dua tank. Karena resikonya gede," jelasnya.

Jadi, lanjut dia, hal demikian hanyalah persoalan teknis saja. "Bukan tidak ada barang itu. Ada. Di dalam kontrak ada. Hanya proses pengirimannya, secara teknis begitu. Itu juga sudah kita pertimbangkan," katanya.

Seperti diketahui, pemerintah telah menerima enam pesawat tempur Sukhoi SU-30 MK 2 dan SU-27 SKM buatan Rusia. Sejumlah pesawat itu kini di Skadron Udara 11 Wing 5 Lanud Sultan Hassanuddin, Makasar.

Acara serah terima sejumlah pesawat tempur itu dilakukan pada hari ini di Makasar, dan dihadiri langsung oleh Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Panglima TNI Moeldoko, kepala staf tiga angkatan, anggota Komisi I DPR RI, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo. Sementara pihak Rusia diwakili duta besar Rusia untuk Indonesia Mikhail Galuzin.

Baca juga berita TNI AU segera miliki satu skuadron Sukhoi
(kri)
Berita Terkait
18 Kolonel AD Pecah...
18 Kolonel AD Pecah Bintang usai Promosi Jabatan di Februari 2026
Profil Wakil Panglima...
Profil Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita, Teman Seangkatan Jenderal Agus Subiyanto
Daftar 21 Pangdam se-Indonesia...
Daftar 21 Pangdam se-Indonesia usai Mutasi TNI Oktober 2025
Tokoh yang Pernah Terima...
Tokoh yang Pernah Terima Pangkat Jenderal TNI (HOR)
Daftar Jenderal Baru...
Daftar Jenderal Baru TNI AD, AL, dan AU pada Juli 2023
Profil Mayor Teddy,...
Profil Mayor Teddy, Ajudan Prabowo yang Viral di Medsos
Berita Terkini
Bareskrim Polri Tahan...
Bareskrim Polri Tahan 2 Bos Pabrik Gas Whip Pink
Oegroseno Buka Suara...
Oegroseno Buka Suara usai Absen dari Panggilan Kortas Tipidkor: Datang Harus Bawa Data
Mahalnya Harga Stabilitas
Mahalnya Harga Stabilitas
Kasus Pembunuhan Sesama...
Kasus Pembunuhan Sesama WNI di Armenia, Kemlu: 2 Orang Dibebaskan, 4 Masih Diperiksa
KPK Periksa Sekjen Kementerian...
KPK Periksa Sekjen Kementerian ATR/BPN dan Pejabat Kemenhut terkait Kasus Bupati Kuansing
Soal Jet Pribadi saat...
Soal Jet Pribadi saat Kunker, Menteri PU: Itu Pesawat Negara, Dioperasikan Kemenhub
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved