Gita tak akan rela lepas posisinya di kabinet
Selasa, 24 September 2013 - 08:36 WIB
Gita tak akan rela lepas posisinya di kabinet
A
A
A
Sindonews.com - Konsistensi Menteri Perdagangan (Mendag) Gita Wirjawan soal mundur dari Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II dipertanyakan. Gita ternyata baru menyampaikan secara lisan keinginan mundurnya kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Pengamat Politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Ahmad Bakir Ihsan mengatakan, tak mungkin Gita berani melepas jabatannya sebagai Menteri Perdagangan demi fokus menjadi peserta Konvensi Demokrat. Dilanjutkannya, justru dengan tetap berada di kabinet, Gita semakin diuntungkan dari segi pencitraan.
"Dengan tetap di kabinet, dia punya banyak ruang untuk memasarkan dirinya di ranah publik, karena dia pejabat publik," ujarnya ketika dihubungi Sindonews, Selasa (24/9/2013).
Disinggung, mengenai sikap Gita yang dipandang abu-abu? Bakir mengatakan, tidak ada kewajiban bagi Gita untuk melepas jabatannya. Baik SBY maupun Komite Konvensi tidak pernah menerapkan aturan itu.
"Karena itu, secara kalkulasi rasional, dia akan tetap di kabinet, toh enggak ada larangan untuk itu," pungkasnya.
Seperti diberitakan Sindonews sebelumnya, Mendag Gita Wirajawan dinilai tidak konsisten dengan keputusannya, soal mundur dari Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II. Hal itu diutarakan Direktur Eksekutif Center for Analysis Research and Development (CARE) Jen Zuldi kepada SINDO, Senin 23 September 2013.
Menurt Jen, sikap inkonsisten Gita itu sangat tampak jelas. Dimana sebelumnya telah memberikan sinyalemen kepada publik untuk mundur, dan sesudah itu ada klarifikasi soal tidak jadi mundur. "Seharusnya kalau mundur itu ya konsisten, jangan plin-plan," tegas Jen Zuldi.
Baca juga berita Ruhut minta Gita dan Dahlan mundur dari kabinet
Pengamat Politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Ahmad Bakir Ihsan mengatakan, tak mungkin Gita berani melepas jabatannya sebagai Menteri Perdagangan demi fokus menjadi peserta Konvensi Demokrat. Dilanjutkannya, justru dengan tetap berada di kabinet, Gita semakin diuntungkan dari segi pencitraan.
"Dengan tetap di kabinet, dia punya banyak ruang untuk memasarkan dirinya di ranah publik, karena dia pejabat publik," ujarnya ketika dihubungi Sindonews, Selasa (24/9/2013).
Disinggung, mengenai sikap Gita yang dipandang abu-abu? Bakir mengatakan, tidak ada kewajiban bagi Gita untuk melepas jabatannya. Baik SBY maupun Komite Konvensi tidak pernah menerapkan aturan itu.
"Karena itu, secara kalkulasi rasional, dia akan tetap di kabinet, toh enggak ada larangan untuk itu," pungkasnya.
Seperti diberitakan Sindonews sebelumnya, Mendag Gita Wirajawan dinilai tidak konsisten dengan keputusannya, soal mundur dari Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II. Hal itu diutarakan Direktur Eksekutif Center for Analysis Research and Development (CARE) Jen Zuldi kepada SINDO, Senin 23 September 2013.
Menurt Jen, sikap inkonsisten Gita itu sangat tampak jelas. Dimana sebelumnya telah memberikan sinyalemen kepada publik untuk mundur, dan sesudah itu ada klarifikasi soal tidak jadi mundur. "Seharusnya kalau mundur itu ya konsisten, jangan plin-plan," tegas Jen Zuldi.
Baca juga berita Ruhut minta Gita dan Dahlan mundur dari kabinet
(kri)