Jadi peserta konvensi, Anies dinilai minim prestasi
Jum'at, 20 September 2013 - 09:00 WIB
Jadi peserta konvensi, Anies dinilai minim prestasi
A
A
A
Sindonews.com - Keinginan Rektor Univesitas Paramadina Anies Baswedan maju dalam Konvensi Demokrat dianggap sebagai sikap inkonsistensi karena dirinya yang selama ini dikenal sebagai aktivis antikorupsi. Sehingga, keikutsertaan Anies dalam Konvensi Partai Demokrat dipertanyakan.
"Ikutnya Anies dalam konvensi itu, terlihat seolah-olah Anies melupakan korupsi. Ia mestinya tahu berada dalam lingkaran partai yang pengurusnya banyak tersangkut kasus korupsi. Ketuanya terlibat, bendaharanya terlibat," ujar Pengamat Politik sekaligus Pemikir Muda NU, Zuhairi Misrawi ketika dihubungi Sindonews, Jumat, (20/9/2013).
Bahkan, menurut Zuhairi, niat Anies yang memutuskan maju sebagai peserta konvensi seperti orang yang tengah mencari lowongan pekerjaan di Partai Demokrat.
"Ini kan tidak benar. Di negara asal berlakunya sistem konvensi di Amerika Sekirat, konvensi hanya diikuti peserta dari internal partai. Kalau seperti ini partai seperti tempat cari pekerjaan. Kalau ia menang konvensi, dia masuk anggota, kalau tidak dia keluar," katanya.
Selain aktif di dunia akademis, Zuhairi menganggap, rekam jejak Anies juga belum teruji dan belum bisa dibanggakan dari segi prestasi terkait tata kelola kenegaraan selama ini. Terlebih, cucu dari pahlawan dimasa kemerdekaan AR Baswedan itu saat ini dikenal hanya sebagai rektor dan belum teruji.
"Selama ini kan kita lihat, belum ada yang dilakukan olehnya. Apakah betul pemimpin? Apa yang ingin dilakukan olehnya. Saat ini baru pidato-pidatonya saja yang kita saksikan," ungkap dia.
Baca juga berita Ikut konvensi, Anies diminta lepas jabatan rektor
"Ikutnya Anies dalam konvensi itu, terlihat seolah-olah Anies melupakan korupsi. Ia mestinya tahu berada dalam lingkaran partai yang pengurusnya banyak tersangkut kasus korupsi. Ketuanya terlibat, bendaharanya terlibat," ujar Pengamat Politik sekaligus Pemikir Muda NU, Zuhairi Misrawi ketika dihubungi Sindonews, Jumat, (20/9/2013).
Bahkan, menurut Zuhairi, niat Anies yang memutuskan maju sebagai peserta konvensi seperti orang yang tengah mencari lowongan pekerjaan di Partai Demokrat.
"Ini kan tidak benar. Di negara asal berlakunya sistem konvensi di Amerika Sekirat, konvensi hanya diikuti peserta dari internal partai. Kalau seperti ini partai seperti tempat cari pekerjaan. Kalau ia menang konvensi, dia masuk anggota, kalau tidak dia keluar," katanya.
Selain aktif di dunia akademis, Zuhairi menganggap, rekam jejak Anies juga belum teruji dan belum bisa dibanggakan dari segi prestasi terkait tata kelola kenegaraan selama ini. Terlebih, cucu dari pahlawan dimasa kemerdekaan AR Baswedan itu saat ini dikenal hanya sebagai rektor dan belum teruji.
"Selama ini kan kita lihat, belum ada yang dilakukan olehnya. Apakah betul pemimpin? Apa yang ingin dilakukan olehnya. Saat ini baru pidato-pidatonya saja yang kita saksikan," ungkap dia.
Baca juga berita Ikut konvensi, Anies diminta lepas jabatan rektor
(kri)