Dipimpin Ruhut, Komisi III dikhawatirkan seperti badut
Kamis, 19 September 2013 - 13:35 WIB
Dipimpin Ruhut, Komisi III dikhawatirkan seperti badut
A
A
A
Sindonews.com - Pergantian Ketua Komisi III DPR dari Gede Pasek Suardika menjadi Ruhut Sitompul diharapkan tak mengubah pandangan masyarakat terhadap komisi yang membidangi masalah hukum ini.
"Jangan sampai apa yang dikhawatirkan sebagian orang bahwa saat Ruhut jadi ketua, maka Komisi III menjadi komisi badut terjadi. Mudah-mudahan tidak seperti itu lah ya," kata Anggota Komisi III, Nasir Djamil saat dihubungi wartawan, Kamis (19/9/2013).
Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini pun berharap tiga wakil pimpinan lainnya bisa mengimbangi kepemimpinan Ruhut. "Sebab masih ada tiga pimpinan lagi yang bisa menutupi kekurangan Ruhut," pungkasnya.
Sebelumnya, Anggota Komisi III DPR RI, Ahmad Yani mengungkapkan banyaknya penolakan dari anggota yang tak menginginkan Ruhut Poltak Sitompul menjadi ketua.
Kata dia, anggota Komisi III memiliki hak tolak dari calon ketua yang diajukan Fraksi Partai Demokrat. Mereka pun akan menggelar rapat untuk mengambil sikap atas hal ini.
"Habis (fit and proper test) calon hakim agung, tetapi banyak daya tolak dari kawan-kawan," kata Yani di tempat yang sama.
Baca juga berita Nasir Djamil meragukan kepemimpinan Ruhut
"Jangan sampai apa yang dikhawatirkan sebagian orang bahwa saat Ruhut jadi ketua, maka Komisi III menjadi komisi badut terjadi. Mudah-mudahan tidak seperti itu lah ya," kata Anggota Komisi III, Nasir Djamil saat dihubungi wartawan, Kamis (19/9/2013).
Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini pun berharap tiga wakil pimpinan lainnya bisa mengimbangi kepemimpinan Ruhut. "Sebab masih ada tiga pimpinan lagi yang bisa menutupi kekurangan Ruhut," pungkasnya.
Sebelumnya, Anggota Komisi III DPR RI, Ahmad Yani mengungkapkan banyaknya penolakan dari anggota yang tak menginginkan Ruhut Poltak Sitompul menjadi ketua.
Kata dia, anggota Komisi III memiliki hak tolak dari calon ketua yang diajukan Fraksi Partai Demokrat. Mereka pun akan menggelar rapat untuk mengambil sikap atas hal ini.
"Habis (fit and proper test) calon hakim agung, tetapi banyak daya tolak dari kawan-kawan," kata Yani di tempat yang sama.
Baca juga berita Nasir Djamil meragukan kepemimpinan Ruhut
(kri)