Demokrat gerah Anas Urbaningrum bikin ormas
Selasa, 17 September 2013 - 18:41 WIB
Demokrat gerah Anas Urbaningrum bikin ormas
A
A
A
Sindonews.com - Partai Demokrat akan memberikan sanksi tegas kepada beberapa kadernya yang menghadiri deklarasi Organisasi Masyarakat (Ormas) bentukan mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) pada Minggu 15 September 2013 lalu.
Hal demikian ditegaskan Ketua Harian Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat Syarief Hasan.
Sekadar informasi, mereka yang turut hadir pada peresmian ormas bentukan Anas Urbaningrum tersebut adalah Dewan Pembina Partai Demokrat Achmad Mubarok, Wakil Sekjen Partai Demokrat Saan Mustopa, dan anggota Fraksi Partai Demokrat Gede Pasek Suardika.
Akan tetapi, dia tak menjelaskan sanksi seperti apa yang akan diberikan untuk tiga kader Partai Demokrat tersebut. Yang pasti, sanksi tersebut sedang disiapkan. "Tunggu saja," kata Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah ini, di kompleks Istana Kepresidenan, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Selasa (17/9/2013).
Menurutnya, ketiga kader Partai Demokrat itu tidak loyal pada partai dan tak ada sesuatu yang istimewa dari ormas bentukan Anas Urbaningrum tersebut. "Disloyal. Semua orang bisa bentuk ormas, tidak ada sesuatu yang istimewa. Biasa saja," katanya.
Pendiri (PPI) Anas Urbaningrum menyebutkan, ormas yang ia dirikan, merupakan bagian dari kelanjutan proses revolusi di Indonesia.
Hal demikian ditegaskan Ketua Harian Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat Syarief Hasan.
Sekadar informasi, mereka yang turut hadir pada peresmian ormas bentukan Anas Urbaningrum tersebut adalah Dewan Pembina Partai Demokrat Achmad Mubarok, Wakil Sekjen Partai Demokrat Saan Mustopa, dan anggota Fraksi Partai Demokrat Gede Pasek Suardika.
Akan tetapi, dia tak menjelaskan sanksi seperti apa yang akan diberikan untuk tiga kader Partai Demokrat tersebut. Yang pasti, sanksi tersebut sedang disiapkan. "Tunggu saja," kata Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah ini, di kompleks Istana Kepresidenan, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Selasa (17/9/2013).
Menurutnya, ketiga kader Partai Demokrat itu tidak loyal pada partai dan tak ada sesuatu yang istimewa dari ormas bentukan Anas Urbaningrum tersebut. "Disloyal. Semua orang bisa bentuk ormas, tidak ada sesuatu yang istimewa. Biasa saja," katanya.
Pendiri (PPI) Anas Urbaningrum menyebutkan, ormas yang ia dirikan, merupakan bagian dari kelanjutan proses revolusi di Indonesia.
(maf)