Gerindra enggan akui bidik Jokowi untuk jadi cawapres
Senin, 16 September 2013 - 23:30 WIB
Gerindra enggan akui bidik Jokowi untuk jadi cawapres
A
A
A
Sindonews.com - Partai Gerindra masih malu-malu mengungkap siapa sosok yang akan diusung sebagai calon wakil presiden (cawapres) pendamping Prabowo Subianto. Tapi diakui ada sejumlah nama yang masuk radar bidikan Gerindra.
"Sekarang ini sejumlah nama sedang terus diamati track record dan jejaknya, untuk bisa mendampingi Pak Prabowo," kata Sekjen DPP Partai Gerindra Ahmad Muzani, di DPRD Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (16/9/2013).
Ia pun membenarkan, sejumlah nama peserta Konvensi Partai Demokrat menjadi bidikan partai bentukan Prabowo Subianto ini. "Sebagian besar yang masuk ke konvensi (ikut dibidik)," ungkapnya.
Tapi ada nama-nama lain yang juga masuk radar bidikan Gerindra. Mereka adalah para kandidat yang tidak ikut dalam konvensi. Namun, Muzani enggan menyebut siapa yang dimaksudnya.
"Beberapa nama unggulan di luar konvensi juga masuk. Itu juga nama-nama yang kami bidik untuk bisa mendampingi Pak Prabowo," tuturnya.
Ketika disinggung nama Joko Widodo alias Jokowi masuk bidikan Gerindra, ia menjawab diplomatis. "Pokoknya semua nama-nama yang beredar itu masuk dalam bidikan DPP," ujar Muzani.
Dia mengaku, Prabowo punya kebebasan untuk menentukan siapa cawapresnya. Sebab Prabowo diusung sebagai calon presiden dari Gerindra dan diberi kewenangan penuh untuk memilih cawapresnya.
Prabowo dinilai tidak akan kesulitan mencari rekan kerja dalam pemilu nanti. Sebab ia tidak punya masalah dengan partai manapun, termasuk dengan capres dan cawapres lain yang sudah ada saat ini.
Untuk koalisi, hal itu diyakini tidak akan sulit. Sebab hubungan Gerindra dengan partai lain juga bagus. "Kami menjajaki semua koalisi dengan semua partai yang ada di senayan dan luar. Komunikasi kami baik, baik dengan partai oposisi ataupun dengan partai lain yang sekarang berkoalisi dengan pemerintah," tandas Muzani.
"Sekarang ini sejumlah nama sedang terus diamati track record dan jejaknya, untuk bisa mendampingi Pak Prabowo," kata Sekjen DPP Partai Gerindra Ahmad Muzani, di DPRD Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (16/9/2013).
Ia pun membenarkan, sejumlah nama peserta Konvensi Partai Demokrat menjadi bidikan partai bentukan Prabowo Subianto ini. "Sebagian besar yang masuk ke konvensi (ikut dibidik)," ungkapnya.
Tapi ada nama-nama lain yang juga masuk radar bidikan Gerindra. Mereka adalah para kandidat yang tidak ikut dalam konvensi. Namun, Muzani enggan menyebut siapa yang dimaksudnya.
"Beberapa nama unggulan di luar konvensi juga masuk. Itu juga nama-nama yang kami bidik untuk bisa mendampingi Pak Prabowo," tuturnya.
Ketika disinggung nama Joko Widodo alias Jokowi masuk bidikan Gerindra, ia menjawab diplomatis. "Pokoknya semua nama-nama yang beredar itu masuk dalam bidikan DPP," ujar Muzani.
Dia mengaku, Prabowo punya kebebasan untuk menentukan siapa cawapresnya. Sebab Prabowo diusung sebagai calon presiden dari Gerindra dan diberi kewenangan penuh untuk memilih cawapresnya.
Prabowo dinilai tidak akan kesulitan mencari rekan kerja dalam pemilu nanti. Sebab ia tidak punya masalah dengan partai manapun, termasuk dengan capres dan cawapres lain yang sudah ada saat ini.
Untuk koalisi, hal itu diyakini tidak akan sulit. Sebab hubungan Gerindra dengan partai lain juga bagus. "Kami menjajaki semua koalisi dengan semua partai yang ada di senayan dan luar. Komunikasi kami baik, baik dengan partai oposisi ataupun dengan partai lain yang sekarang berkoalisi dengan pemerintah," tandas Muzani.
(stb)