Ical: Penuhi syarat lebih penting dari elektabilitas
Kamis, 12 September 2013 - 19:16 WIB
Ical: Penuhi syarat lebih penting dari elektabilitas
A
A
A
Sindonews.com - Menjelang diadakannya pesta demokrasi di Indonesia pada tahun 2014 mendatang, banyak lembaga survei melakukan survei terhadap elektabilitas partai politik dan tokoh-tokoh nasional yang dinilai layak menjadi calon presiden (Capres).
Meski hasil dari berbagai lembaga survei tidak membuat Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie bangga, namun pihaknya terus bekerja keras agar bisa mencapai target pada Pemilu 2014.
"Kita kerja dengan baik kok, pokoknya kita akan terus bekerja," ketus Ical di Pondok Indah Golf Club, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Kamis (12/9/2013).
Ical mengatakan bahwa untuk menjadi seorang Presiden RI, diperlukan prediksi-prediksi melalui lembaga survei yakni untuk mengukur elektabilitas partai.
"Jika hanya elektabilitas tidak bisa jadi calon presiden, yang lebih penting adalah eligibilitasnya, memenuhi persyaratan atau tidak," ujar dia.
"Yang bisa jadi presiden, orang yang menang pemilu yaitu semacam prediksi elektabilitas dan legitabilitas. Lalu Menggabungkan keduanya. Kalau tidak empat teratas tidak bisa mencalonkan presiden," sambung Ical.
Ical meyakini bahwa beberapa hasil survei dari berbagai lembaga survei yang merilis bahwa Partai Golkar sedang merosot elektabilitasnya adalah cobaan untuk partai berlambang pohon beringin ini.
"Makin tinggi pohon, makin tinggi anginnya, makin tinggi Golkar makin kuat isunya," tandas Ical.
Meski hasil dari berbagai lembaga survei tidak membuat Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie bangga, namun pihaknya terus bekerja keras agar bisa mencapai target pada Pemilu 2014.
"Kita kerja dengan baik kok, pokoknya kita akan terus bekerja," ketus Ical di Pondok Indah Golf Club, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Kamis (12/9/2013).
Ical mengatakan bahwa untuk menjadi seorang Presiden RI, diperlukan prediksi-prediksi melalui lembaga survei yakni untuk mengukur elektabilitas partai.
"Jika hanya elektabilitas tidak bisa jadi calon presiden, yang lebih penting adalah eligibilitasnya, memenuhi persyaratan atau tidak," ujar dia.
"Yang bisa jadi presiden, orang yang menang pemilu yaitu semacam prediksi elektabilitas dan legitabilitas. Lalu Menggabungkan keduanya. Kalau tidak empat teratas tidak bisa mencalonkan presiden," sambung Ical.
Ical meyakini bahwa beberapa hasil survei dari berbagai lembaga survei yang merilis bahwa Partai Golkar sedang merosot elektabilitasnya adalah cobaan untuk partai berlambang pohon beringin ini.
"Makin tinggi pohon, makin tinggi anginnya, makin tinggi Golkar makin kuat isunya," tandas Ical.
(kri)