Yang diincar teroris saat ini adalah Densus 88
Rabu, 11 September 2013 - 22:00 WIB
Yang diincar teroris saat ini adalah Densus 88
A
A
A
Sindonews.com - Pengamat teroris dari Universitas Indonesia (UI) Al Chaidar mengatakan, maraknya penembakan terhadap polisi belakangan ini, sebagai bentuk terorisme. Aksi ini dilakukan oleh kelompok Kaum Mujahidin Indonesia barat yang digerakkan oleh Abu Raufan.
Menurutnya, kelompok ini bergerak di Indonesia bagian barat. Sedangkan di Indonesia timur digerakkan oleh Abu Wardah. Kedua kelompok ini menjadi target pengejaran polisi. Dengan sejumlah rentetan aksi belakangan ini, kelompok itu ingin menunjukkan bahwa keberadaan mereka masih ada.
"Betul ini masih sebagai bentuk terorisme. Mereka mencari akses paling mudah untuk ditembus," kata Al Chaidar kepada wartawan, Rabu (11/09/2013).
Dikatakan dia, kedua kelompok itu saat ini menjadi target pengejaran Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri. Namun dalam prosesnya, kelompok itu menilai Densus terlalu berlebihan menangkap sejumlah orang yang diduga sebagai teroris.
"Incarannya adalah Densus. Namun kan markas mereka tidak terdeteksi sehingga kelompok ini melakukan aksi teror secara random (acak)," paparnya.
Artinya, sambung Al Chaidar, kelompok ini mencari akses paling mudah sebagai sasaran mereka. Dalam hal ini yang dimaksud adalah polisi. "Karena polisi dianggap sebagai bagian dari Densus," tegasnya.
Menurutnya, kelompok ini bergerak di Indonesia bagian barat. Sedangkan di Indonesia timur digerakkan oleh Abu Wardah. Kedua kelompok ini menjadi target pengejaran polisi. Dengan sejumlah rentetan aksi belakangan ini, kelompok itu ingin menunjukkan bahwa keberadaan mereka masih ada.
"Betul ini masih sebagai bentuk terorisme. Mereka mencari akses paling mudah untuk ditembus," kata Al Chaidar kepada wartawan, Rabu (11/09/2013).
Dikatakan dia, kedua kelompok itu saat ini menjadi target pengejaran Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri. Namun dalam prosesnya, kelompok itu menilai Densus terlalu berlebihan menangkap sejumlah orang yang diduga sebagai teroris.
"Incarannya adalah Densus. Namun kan markas mereka tidak terdeteksi sehingga kelompok ini melakukan aksi teror secara random (acak)," paparnya.
Artinya, sambung Al Chaidar, kelompok ini mencari akses paling mudah sebagai sasaran mereka. Dalam hal ini yang dimaksud adalah polisi. "Karena polisi dianggap sebagai bagian dari Densus," tegasnya.
(maf)