Kualitas parpol bisa dilihat dari kadernya
Rabu, 11 September 2013 - 20:05 WIB
Kualitas parpol bisa dilihat dari kadernya
A
A
A
Sindonews.com - Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Amanat Nasional (PAN) Bima Arya mengatakan, hampir semua partai politik (parpol) yang ada di Indonesia, belum maksimal melakukan kaderiasi di partainya.
"Saya melihat, hampir semua partai politik masih belum maksimal dalam melakukan kaderisasi," kata Bima usai diskusi yang bertemakan Urgenitas Regenerasi Politik di Indonesia di Rumah Kebangsaan, Jalan Pattimura, Jakarta Selatan, Rabu (11/9/2013).
Menurut Bima, kualitas suatu partai bisa terlihat dari adanya kaderisasi dan regenerasi kader yang baik dan berkesinambungan. Jika parpol tersebut baik, sudah pasti kaderisasi di dalam partainya berjalan, namun jika tidak, artinya partai tersebut bermasalah. "Karena memang kualitas partai itu ada karena kaderisasi kader itu," tegas Bima.
Selain itu, Bima mengatakan, terhambatnya regenerasi kader dikarenakan empat hal, yakni liberalisasi politik, pragmatisme politik, senioritas politik dan oligarki politik.
Pengamat politik dari Lembaga Pengetahuan Indonesia (LIPI) Ikrar Nusa Bhakti menambahkan, semua parpol yang ada di Indonesia mengalami satu problem yang sama. "Problem regenerasi memang ada di semua partai. Seperti Partai Golkar yang proses regenerasinya payah. Satu persatu anak muda yang brilian keluar dari Partai Golkar atau dipaksa keluar," katanya.
Untuk melihat berita terkait, silakan klik link ini, semua parpol alami krisis regenerasi kader.
"Saya melihat, hampir semua partai politik masih belum maksimal dalam melakukan kaderisasi," kata Bima usai diskusi yang bertemakan Urgenitas Regenerasi Politik di Indonesia di Rumah Kebangsaan, Jalan Pattimura, Jakarta Selatan, Rabu (11/9/2013).
Menurut Bima, kualitas suatu partai bisa terlihat dari adanya kaderisasi dan regenerasi kader yang baik dan berkesinambungan. Jika parpol tersebut baik, sudah pasti kaderisasi di dalam partainya berjalan, namun jika tidak, artinya partai tersebut bermasalah. "Karena memang kualitas partai itu ada karena kaderisasi kader itu," tegas Bima.
Selain itu, Bima mengatakan, terhambatnya regenerasi kader dikarenakan empat hal, yakni liberalisasi politik, pragmatisme politik, senioritas politik dan oligarki politik.
Pengamat politik dari Lembaga Pengetahuan Indonesia (LIPI) Ikrar Nusa Bhakti menambahkan, semua parpol yang ada di Indonesia mengalami satu problem yang sama. "Problem regenerasi memang ada di semua partai. Seperti Partai Golkar yang proses regenerasinya payah. Satu persatu anak muda yang brilian keluar dari Partai Golkar atau dipaksa keluar," katanya.
Untuk melihat berita terkait, silakan klik link ini, semua parpol alami krisis regenerasi kader.
(maf)