Rumah adat penting agar budaya tak terdegradasi

Selasa, 10 September 2013 - 01:03 WIB
Rumah adat penting agar...
Rumah adat penting agar budaya tak terdegradasi
A A A
Sindonews.com - Direktur Jenderal (Dirjen) Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Kacung Mardijan menjelaskan, saat ini keberadaan bangunan rumah adat sebagai penanda desa adat semakin terdegradasi.

"Padahal keberadaan rumah adat menjadi penting sebagai upaya bangsa untuk memelihara nilai-nilai warisan budaya dan tradisi nusantara agar tidak hilang dimakan waktu," katanya saat Rapat Kerja (Raker) Komisi X DPR dan Kemendikbud, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Senin 9 September 2013.

Sebelumnya, Kemendikbud akan merevitalisasi tujuh desa adat. Revitalisasi ini karena desa adat sebagai pelestari kearifan lokal. Tujuh desa adat yang dimaksud ialah Kesatuan Adat Banten Kidul Kasepuhan Sinar Resmi, Sukabumi, Jawa Barat.

Bantuan senilai Rp500 juta ini untuk renovasi rumah adat (imah gede). Serta bangunan pendukungnya seperti kamar mandi dan perbaikan lingkungan. “Total revitalisasi 7 desa adat kami anggarkan sekitar Rp3,5 miliar,” katanya saat Rapat Kerja (Raker) Komisi X DPR dan Kemendikbud, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Senin 9 September 2013.

Kacung melanjutkan, desa adat kedua ialah Kelompok Pelestari Desa Adat Malapi Pabiring, Jalan Lintas Timur, Dusun Pabiring, Desa Malapi, Kecamatan Putussibau Selatan, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat (Kalbar).

"Kemendikbud menganggarkan Rp500 juta untuk membangun rumah panjang. Desa adat ketiga yakni Kerukunan Keluarga Tongkonan Bamba, Dusun Baliu, Lembang Tadongkonan, Kecamatan Kesu, Toraja Utara, Sulawesi Selatan," ungkapnya.

Dia menjelaskan, di desa adat ketiga ini, Kemendikbud memberikan kucuran dana Rp500 juta revitalisasi, ditujukan untuk membangun Tongkonan dan perbaikan lingkungan desa adat. Selain itu dana Rp500 juta diberikan ke Desa adat keempat ialah Komunitas Masyarakat Bondo Kodi, Desa Dinjo, Kecamatan Kodi Bangedo, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sedangkan dengan dana yang sama, juga diberikan ke Komunitas Masyarakat Adat Wailala Wainyapu, Kecamatan Kodi Balaghar, Sumba Barat Daya, NTT. “Masing-masing Rp500 juta juga kami berikan untuk membangun rumah adat di Rate Nggaro, NTT dan Waerebo, NTT,” ujarnya.
(maf)
Berita Terkait
Kenalkan Budaya Nusantara,...
Kenalkan Budaya Nusantara, Perinma Gelar This is Indonesia
KEN 2024 Resmi Digelar,...
KEN 2024 Resmi Digelar, Hadirkan Ragam Parade Festival Seni dan Budaya Indonesia
Jelaskan Tarian Nusantara...
Jelaskan Tarian Nusantara kepada Jokowi, Butet Kartaredjasa: Bangun Akar dan Budaya
Tujuh Tari Tradisional...
Tujuh Tari Tradisional Asal Indonesia yang Mendunia
Satukan Kebudayaan di...
Satukan Kebudayaan di IKN, Festival Harmoni Budaya Nusantara 2024 Resmi Ditutup
Jagantara Hadirkan Pasar...
Jagantara Hadirkan Pasar Rakyat di Tengah Mal, Nostalgia Jajanan Masa Kecil
Berita Terkini
Imigrasi Nonaktifkan...
Imigrasi Nonaktifkan Pejabat yang Diperiksa KPK, Pastikan Pelayanan Publik Tetap Berjalan
Dua Truk Towing Masuk...
Dua Truk Towing Masuk Rumah Silmy Karim saat KPK Lakukan Penggeledahan
Panitia Mubes Kosgoro...
Panitia Mubes Kosgoro 1957 Terima Dokumen Lengkap Caketum La Ode Safiul Akbar
Islah Bahrawi Mengaku...
Islah Bahrawi Mengaku Dapat Intimidasi dari OTK, Rumah Diintai hingga Aktivitasnya Dibuntuti
Bahaya Romantisasi Oligarki...
Bahaya Romantisasi Oligarki Putih
Penunjukan Kepala BGN...
Penunjukan Kepala BGN Baru Dinilai Tepat untuk Membenahi MBG
Infografis
5 Tips Packing Mudik...
5 Tips Packing Mudik Agar Koper Tak Kelebihan Muatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved