Pembiayaan negara untuk parpol harus dibatasi

Selasa, 27 Agustus 2013 - 06:32 WIB
Pembiayaan negara untuk...
Pembiayaan negara untuk parpol harus dibatasi
A A A
Sindonews.com - Politikus Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Martin Hutabarat mengatakan, dengan sistem suara terbanyak, memang pembiayaan partai politik (parpol) menjadi besar.

Dia menilai seharusnya pembiayaan partai dibebankan kepada negara, agar dapat meminimalisir kasus korupsi demi menghidupi partai.

“Memang pembiayaan partai harus kita bebankan kepada negara agar tidak ada alasan berburu rente (uang),” katanya, dalam Dialog Empat Pilar yang bertema Pengamalan Nilai-Nilai 4 Pilar dalam Meredam Berbagai Konflik di Tubuh NKRI di Gedung MPR, Senayan, Jakarta Selatan, Senin (26/8/2013).

Namun demikian, pembebanan biaya parpol oleh negara harus memiliki klasifikasi tertentu. Misalnya terkait biaya kaderiasai, biaya rutin organisasi dan biaya musyawarah.

“Pembiayaan negara untuk parpol harus dibatasi. Jangan sampai pengurus digaji. Tidak boleh kunjungan-kunjungan dibebankan negara, tetapi harus yang penting-penting dibebankan negara,” ucapnya.

Pembiayaan pengkaderan parpol perlu dibebankan kepada negara. Pasalnya saat ini banyak partai yang lupa melakukan pengkaderan dan lebih sibuk berburu rente. “Akhirnya kita krisis kepemimpinan. Yang banyak muncul tiba-tiba artis, pengusaha, dan lain-lain sedangkan kader tidak berjalan,” ungkapnya.

Sedangkan terkait biaya kampanye tentunya harus ditanggung oleh calon sendiri dan tidak dibebankan kepada negara. Namun, negara harus dapat memberikan panggung yang sama untuk semua calon dalam berkampanye.

Martin menegaskan pemilu 2014 harus menajdi ajang dimana partai-partai memberikan suatu warna untuk parlemen yang akan datang. Dalam hal ini para caleg harus membuat parlemen mendatang berbeda dengan parlemen saat ini.

“Harus untuk kepentingan rakyat bukan kepentingan dirinya atau fraksinya. Jika ini menjadi kampanye bersama rakyat akan memberikan kepercayaan kepada politik. Jika tidak, meskipun tidak ada konflik saya kira pemilu yang akan datang akan mengulangi kekecewaan rakyat,” ungkapnya.
(maf)
Berita Terkait
Pemerintah Belum Tuntaskan...
Pemerintah Belum Tuntaskan Hak 2.747 Penyelenggara Pemilu 2014
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Bayar Uang Penghargaan Penyelenggara Pemilu 2014
Kebocoran Data Pemilih...
Kebocoran Data Pemilih Pemilu 2014, Ini Kata KPU DIY
Capaian Partai Gerindra...
Capaian Partai Gerindra di Pemilu 2009, 2014, dan 2019
Peretas Diduga Bobol...
Peretas Diduga Bobol Data Pemilih Pemilu 2014 Melalui KPU
Data Pemilih Pemilu...
Data Pemilih Pemilu 2014 Diduga Dibobol, Termasuk DPT Bantul
Berita Terkini
HUT ke-80, SPS: Fondasi...
HUT ke-80, SPS: Fondasi Pers Nasional Terletak pada Integritas, Profesionalisme, dan Kepentingan Publik
Delegasi Indonesia Soroti...
Delegasi Indonesia Soroti Kerja Paksa Myanmar dan Krisis Rohingya di Sidang ILO Jenewa
Demi Framing, Pengamat...
Demi Framing, Pengamat Menilai Jusuf Hamka Catut Nama Mbak Tutut dan TPI ke Polemik CMNP dengan MNC Asia
Panja RUU Polri Sepakati...
Panja RUU Polri Sepakati Usia Pensiun Polisi, Jenderal Bintang 4 Bisa 61 Tahun
Eks Waka BGN Sony Sonjaya...
Eks Waka BGN Sony Sonjaya Ajukan JC, Sebut 20 Nama Besar Diduga Terlibat Korupsi
Majelis Etik Ungkap...
Majelis Etik Ungkap Hery Susanto Perintahkan Pegawai Ombudsman Tak Sentuh Program MBG
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved