Penderita kanker payudara terbanyak di negara berkembang

Selasa, 27 Agustus 2013 - 06:01 WIB
Penderita kanker payudara...
Penderita kanker payudara terbanyak di negara berkembang
A A A
Sindonews.com - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan perlindungan Anak (Menag PP dan PA) Linda Amalia Sari Gumelar sekaligus menjadi Pembina Yayasan Kesehatan Payudara Jakarta mengatakan, pihaknya memberikan bantuan mobil mamografi.

Linda menjelaskan, pemberian bantuan ini bertujuan, untuk memberikan pelayanan pada masyarakat untuk mendukung program nasional deteksi dini kanker payudara dan leher rahim (kanker servik)

Menurut dia, selanjutnya akan dilakukan sosialisasi kepada masyarakat umum. Selain itu juga mencegah terjadinya stadium di tengah masyarakat yang terinfeksi. "Lakukan antisipasi lebih baik terutama kepada masyarakat yang terkena kanker payudara," kata Linda Gumelar, di Jakarta, Senin (26/8/2013).

Menurut data yang diperoleh dari rumah sakit di Indonesia, kanker payudara menepati urutan kedua setelah kanker leher rahim. Selain itu, dari data World Health Organization (WHO) terdapat 7 juta penderita kanker payudara, 5 juta di antaranya terenggut nyawanya.

"Ini dikarenakan mereka mengidap kanker payudara usia lanjut dan kebanyakan mereka berada di negara berkembang," tegasnya.

Anggota Komisi IX DPR Nova Riyanti Yusuf (Noriyu) mengatakan, pemerintah selaiknya harus melakukan sosialisasi secara terus menerus dan meningkat, terkait dengan cara pemeriksaan kesehatan perempuan secara berkala.

Menurutnya, dalam melakukan pemeriksaan, pemerintah tidak harus menggunakan peralatan canggih dalam mendeteksi kelainan payudara. "Cukup diajarkan sacara manual untuk memeriksa benjolan. Nah apakah ini sudah tersosialisasikan secara nasional?," tandas dia saat dihubungi KORAN SINDO.

Menurut Noriyu, pemerintah cukup memberikan kemudahan yang sederhana, terpenting ialah implementasinya. Selanjutnya, dalam melakukan pencegahan, pemerintah laiknya tidak hanya fokus pada penyembuhan semata, tetapi secara pencegahan dan promosi kesehatan.

"Jika hanya menunggu kanker menjadi parah, hal tersebut tidak akan menurunkan angka kematian perempuan. Periksa sendiri secara manual tidak perlu ke dokter," paparnya.
(maf)
Berita Terkait
Saleh Husin: Kerukunan...
Saleh Husin: Kerukunan Warga Dapat dan Olahraga juga Dapat
Buka Cabang di GDC,...
Buka Cabang di GDC, Satu Dental Ingin Kesehatan Gigi Masyarakat Terjaga
Fenomena Bocah Disunat...
Fenomena Bocah Disunat Jin, Begini Penjelasan Ketua IDI Tangsel
Kondisi Kesehatan Dinilai...
Kondisi Kesehatan Dinilai Sangat Mempengaruhi Kualitas Fokus Otak
Menjaga Kesehatan Masyarakat...
Menjaga Kesehatan Masyarakat Indonesia
Derita Kanker Stadium...
Derita Kanker Stadium 3, Bocah 7 Tahun Warga Tangsel Ini Butuh Biaya
Berita Terkini
KPK Panggil 4 Tersangka...
KPK Panggil 4 Tersangka Kasus Suap Dana Hibah Jatim
Pakar Minta Polisi Objektif...
Pakar Minta Polisi Objektif Usut Dugaan Penghinaan Terhadap Jurnalis
Penanganan Dugaan Kasus...
Penanganan Dugaan Kasus Febrie Adriansyah Jadi Ujian Independensi Penegak Hukum
Anak Ferdy Sambo Ikut...
Anak Ferdy Sambo Ikut Dilantik Presiden Prabowo Jadi Perwira Polri di Istana
Prabowo Lantik Donny...
Prabowo Lantik Donny Ermawan Jadi Gubernur Universitas Republik Indonesia dan Yos Sunitiyoso Wagub URI
Perindo Dukung Perpres...
Perindo Dukung Perpres Ojol Jadi Payung Penguatan UMKM Digital dan Kesejahteraan Pengemudi
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved