APKASI: Pemerintah jangan sibuk urus politik

Rabu, 21 Agustus 2013 - 23:37 WIB
APKASI: Pemerintah jangan...
APKASI: Pemerintah jangan sibuk urus politik
A A A
Sindonews.com - Ketua Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI), Isran Noor mengatakan, suhu politik di tahun 2013 dirasakan semakin meningkat. Tahun politik ini dimaknai oleh masyarakat politik maupun awam sebagai masa-masa mempersiapkan diri menghadapi Pemilu 2014.

Namun, lanjut dia, yang memprihatinkan tahun politik ini telah dibarengi pula dengan kondisi perekonomian yang jika tidak diwaspadai akan semakin menyulitkan. Ia berpandangan, bahwa di tahun politik ini yang tampak terlihat justru pemimpin dan tokoh yang sibuk mengurus kepentingan politiknya dan seolah abai pada persoalan ekonomi rakyat.

Ditambahkannya, citra yang mengemuka justru politisasi kinerja, padahal semestinya yang masih memegang amanah tetap bertanggung jawab dan tetap bekerja keras menyelesaikan tugasnya.

"Ditengah euforia 2014, ekonomi kita dalam posisi lampu kuning, saya kira siapapun, termasuk pemerintah perlu mengembalikan kepercayaan, caranya dengan memberi arah pada tahun politik ini ke hal yang lebih substantif, yakni menciptakan optimisme ditengah kompetisi politik yang terbuka, fair, seperti bagaimana pasar bekerja," ujarnya dalam keterangan resminya, Rabu (21/8/2013).

Karena itu, kata dia, elite politik harus memperlihatkan persatuan, semua pihak bekerja dan mendorong kepemimpinan gagasan atas solusi kebangsaan kerakyatan yang dibutuhkan rakyat saat ini.

"Meski sah-sah saja, namun kiranya kurang elok jika semua sibuk mengejar popularitas ditengah pelemahan rupiah yang semakin mengkhawatirkan, dan defisitnya neraca perdangangan yang kian suram," imbuhnya.

Meski agenda penting pada tahun 2014 mendatang adalah memilih pemimpin negara ini, sambung dia, jangan serta merta melupakan capaian pembangunan yang sudah ditetapkan sebelumnya, seperti swasembada beras, swasembada daging dan swasembada gula.

"Karenanya, hemat saya tahun politik ini harus dimaknai sebagai tahun gotong royong, spirit memperbaiki keadaan dan menemukan pemimpin yang mengerti amanat penderitaan rakyat," pungkasnya.
(kri)
Berita Terkait
Masa Depan Politik di...
Masa Depan Politik di Indonesia: Politik Dinasti?
Rakernas Perdana di...
Rakernas Perdana di Surabaya, Partai Mahasiswa Indonesia Berkomitmen Tingkatkan Partisipasi Politik Anak Muda
Demokrasi Indonesia...
Demokrasi Indonesia Dinilai Masih Diwarnai Politik Identitas
Politik Santuy atau...
Politik Santuy atau Politik Baperan
Mimbar Demokrasi Melawan...
Mimbar Demokrasi Melawan Politik Dinasti
Crab Mentality Penggerus...
Crab Mentality Penggerus Soliditas Bangsa
Berita Terkini
Terima Audiensi DPRD...
Terima Audiensi DPRD Malaka, BNPP Bahas Peluang Pengembangan Kawasan Perdagangan Bebas
KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan...
KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan Bos Maktour Fuad Hasan Pekan Depan
Mantan Ketua Ombudsman...
Mantan Ketua Ombudsman Terima Rumah hingga Uang Miliaran di Kasus Korupsi Tambang Nikel
World Giving Report...
World Giving Report 2026: Donasi Global Turun, Indonesia Bertahan di Atas Rata-rata Dunia
Bareskrim Tangkap Kartel...
Bareskrim Tangkap Kartel Narkoba Asal Australia sebelum Terbang dengan Jet Pribadi
Dewan Pers dan Konstituen...
Dewan Pers dan Konstituen Matangkan Usulan Pengaturan Karya Jurnalistik dalam RUU Hak Cipta
Infografis
Politikus Muslim Mulai...
Politikus Muslim Mulai Kuasai Politik AS, Sinyal Kebangkitan Islam di Paman Sam?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved