Sutan: Semua tudingan terhadap Demokrat cuma sensasi
Kamis, 22 Agustus 2013 - 08:04 WIB
Sutan: Semua tudingan terhadap Demokrat cuma sensasi
A
A
A
Sindonews.com - Berbagai tudingan miring dilontarkan terhadap Partai Demokrat terkait kasus suap yang menimpa Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini. Mulai dari dugaan ada aliran dana yang mengalir ke konvensi Demokrat hingga keterlibatan Sekretaris Majelis Tinggi yang juga Menteri ESDM Jero Wacik dalam kasus tersebut.
Menanggapi hal itu, Ketua DPP Partai Demokrat Sutan Bhatoegana mengatakan, berbagai hal yang beredar di media terkait kasus SKK Migas yang dikait-kaitkan dengan Partai Demokrat hanya sensasi semata.
"Ndaklah, itu semua cuma sensasi saja biar beritanya menarik. Terminologi kekuasaan kan begitu, partai penguasa paling enak untuk diberitakan. Belom apa-apa sudah dibikin surat pengakuan elektronik di on line. Jadi capeklah semua orang termakan," ujarnya ketika dihubungi Sindonews, Rabu (21/8/2013) malam.
Ia menilai, ada upaya untuk menjatuhkan citra Partai Demokrat melalui kasus SKK Migas. Upaya dilakukan ini untuk menganggu konsentrasi agar Partai Demokrat bisa kembali memenangkan Pemilu 2014.
"Ada niatan agar Partai Demokrat tidak menang dimana-mana. Republik ini gemuruh karna konvensi. Ini bisa menaikkan elektabilitas Demokrat karna konvensi yang diminati banyak tokoh ini," jelasnya.
Ia menambahkan, terkait kasus SKK Migas yang dikait-kaitkan dengan Partai Demokrat dan keterlibatan Jero Wacik semua sudah diluruskan oleh Rudi Rubiandini. Komite Konvensi Demokrta, lanjutnya, juga sudah menjelaskan bahwa tak ada aliran dana dari sumber yang tak jelas ke konvensi.
"Sebelumnya dia diam, akhirnya Rudi ngomong koq tidak ada kaitan dengan konvensi dan Demokrat. Rudi juga sudah klarifikasi Pak Jero tidak terlibat. Tunggu aja KPK berproses," pungkasnya.
Menanggapi hal itu, Ketua DPP Partai Demokrat Sutan Bhatoegana mengatakan, berbagai hal yang beredar di media terkait kasus SKK Migas yang dikait-kaitkan dengan Partai Demokrat hanya sensasi semata.
"Ndaklah, itu semua cuma sensasi saja biar beritanya menarik. Terminologi kekuasaan kan begitu, partai penguasa paling enak untuk diberitakan. Belom apa-apa sudah dibikin surat pengakuan elektronik di on line. Jadi capeklah semua orang termakan," ujarnya ketika dihubungi Sindonews, Rabu (21/8/2013) malam.
Ia menilai, ada upaya untuk menjatuhkan citra Partai Demokrat melalui kasus SKK Migas. Upaya dilakukan ini untuk menganggu konsentrasi agar Partai Demokrat bisa kembali memenangkan Pemilu 2014.
"Ada niatan agar Partai Demokrat tidak menang dimana-mana. Republik ini gemuruh karna konvensi. Ini bisa menaikkan elektabilitas Demokrat karna konvensi yang diminati banyak tokoh ini," jelasnya.
Ia menambahkan, terkait kasus SKK Migas yang dikait-kaitkan dengan Partai Demokrat dan keterlibatan Jero Wacik semua sudah diluruskan oleh Rudi Rubiandini. Komite Konvensi Demokrta, lanjutnya, juga sudah menjelaskan bahwa tak ada aliran dana dari sumber yang tak jelas ke konvensi.
"Sebelumnya dia diam, akhirnya Rudi ngomong koq tidak ada kaitan dengan konvensi dan Demokrat. Rudi juga sudah klarifikasi Pak Jero tidak terlibat. Tunggu aja KPK berproses," pungkasnya.
(kri)